Negara kacau, presiden Afghanistan kabur ke Dubai

SAHMITRA — Seperti pepatah populer dari buku komik Spider-Man yang ditulis oleh penulisnya Stan Lee, ‘With great power there must also come great responsibility” – yang artinya sama seperti barangsiapa memegang kekuasaan tertinggi begitu pula tanggung jawabnya. Namun sepertinya pepatah itu tidak berlaku pada Ashraf Ghani, mantan presiden Afghanistan ini malah kabur meninggalkan negara yang dia pimpin ditengah-tengah kisruh penyerangan Taliban dan kekacauan pasca Joe Biden menarik semua tentaranya untuk kembali pulang ke Amerika Serikat.

Menurut salah seorang pengawal istana kepresidenan kepada Fox News, keputusan itu dibuat dengan cepat dan tanpa bantuan dari AS dengan alasan ingin menghindari pertumpahan darah setelah Taliban mengepung ibu kota dan berhasil merebut semua kota hanya dalam 10 hari.

Dengan helikopter berisi uang tunai sebanyak $169juta atau sekitar  Rp. 2.434.445.000.000 beserta empat buah mobil yang akhirnya terpaksa harus meninggalkan beberapa dari uang tersebut karena sudah tidak ada tempat, Ghani melarikan diri ke Dubai setelah mendapatkan suaka dari Dubai dengan alasan ‘kemanusian’.

Sebelum itu ada laporan yang mengatakan bahwa Ghani kabur ke Uzbekistan, mengutip sumber dari kedutaan besar Rusia. Juga di klaim, Ghani terbang ke Tajikistan, tetapi dialihkan ke Oman setelah izin mendaratnya ditolak oleh pejabat Dushanbe. Dan kedutaan besar Afghanistan di Tajikistan yang dikabarkan menolah Ghani itu telah menurunkan foto Ghani dan menggantinya dengan foto wakilnya, Amrullah Saleh.

Tidak seperti Ghani, Saleh tetap tinggal dan kembali ke kampung halamannya di lembah Panjshir, satu-satunya wilayah yang belum ditaklukan oleh Taliban, dan mengumpulkan pasukan untuk melakukan perlawanan.

Meski Taliban bersikeras menyatakan bahwa mereka sudah berubah dan tidak akan memaksakan pembatasan kejam yang sama seperti terakhir kali mereka memerintah Afghanistan, namun banyak warga Afghan yang sangat meragukan pernyataan mereka tersebut. Karena itulah kekacauan pun terjadi di bandara Hamid Karzai di Kabul dimana ribuan warga Afghanistan mencoba melarikan diri. Dan banyak lainnya yang bersembunyi di dalam rumah mereka, ketakutan setelah penjara dan gudang senjata dikosongkan selama Taliban menyerang.

” Mereka mencoba memasukkan empat mobil penuh dengan uang ke dalam helikopter, tetapi tidak semuanya muat. Dan sebagian dari uang itu lalu dibiarkan tergeletak di aspal’. Nikita Ishchenko, juru bicara kedutaan Rusia di Kabul, mengatakan.

Perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin di Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan tidak jelas berapa banyak uang yang ditinggalkan oleh presiden yang melarikan diri itu.

‘Saya berharap pemerintah yang melarikan diri tidak mengambil semua uang dari APBN. Ini akan menjadi landasan anggaran jika ada yang tersisa,” kata Kabulov kepada stasiun radio Ekho Moskvy di Moskow.