Casino88 Online Slot99 Sbobet Slot Sbobet888 Joker1888 88bet Slot39 7mmbet Slot388 Joker138 Joker888

Berita Menarik Dan Unik Dari Dalam Dan Luar Negeri

Berita

Nicole Gordon ditembak oleh pacarnya di kepala. Masih hidup dan baru sadar setelah sebulan.

SAHMITRA – Selama kurang lebih satu bulan, Nicole Gordon, perempun berusia 42 tahun ini mengalami sakit kepala yang tidak tertahankan, memori jangka pendeknya memburuk dan dia kesulitan berbicara. Setelah dipaksa oleh seorang temannya, Gordon akhirnya setuju untuk memeriksakan keadaannya ke rumah sakit. Dokter menemukan sebuah peluru bersarang di dalam otaknya. Gordon bahkan tidak mampu mengingat kapan seseorang telah menembak kepalanya.

Ketika salah satu teman Gordon mengunjunginya di rumah, temannya tersebut terkejut melihat keadaanya. Dari bicaranya yang tidak jelas dan kesulitan untuk mengikuti pembicaraan, teman Gordon tahu bahwa keadaan Gordon tidak bisa dianggap sepele. Temannya itu memaksanya untuk ikut pergi bersamanya ke rumah sakit.

Pada 25 Juni 2017, Gordon memeriksakan dirinya di Atlanta Medical Center. Hasil pemindai otak yang dilakukan pada Gordon menunjukkan bahwa  ada tanda hitam yang tampak seperti pecahan logam kecil tepat di belakang tengkoraknya. Gordon mengatakan kepada para dokter dan perawat yang menanganinya bahwa kemungkinan benda yang bersarang di tengkoraknya itu adalah pecahan kaca dari peristiwa pertengkaran dengan pacarnya.

Gordon ingat dia bertengkar dengan pacarnya, Jerontae Cain sekitar sebulan sebelumnya. Dia mengatakan kepada dokter bahwa mereka bertengkar di dalam mobil hingga mengakibatkan jendela pengemudi pecah lalu menimpanya dan membuatnya pingsan.

Pertengkaran semacam itu bukan hal yang tidak biasa bagi Gordon dan Cain. Selama menjalani hubungan dengan Cain, Gordon mempelajari bahwa pergi ke rumah sakit bukanlah sebuah pilihan yang tepat. Karena jika perawat mendapati memar dan tanda hitam di wajahnya, mereka akan membuat laporan ke polisi. Yang hanya akan membuat situasi menjadi semakin parah. Jadi Gordon terbiasa dan merasa lebih baik jikalau dia diam saja dan membiarkan luka-luka di tubuh dan wajahnya sembuh dan menghilang dengan sendirinya.

Tapi Gordon tidak berhasil menutupi yang satu ini. Ketika diwawancarai oleh Polisi, Gordon mengatakan bahwa dia tidak ingat seseorang pernah menembaknya. Dia juga memberikan alasan dan cerita yang sama yang dia berikan ke rumah sakit kepada kepolisian. Dia mengatakan kepada detektif bahwa dia pingsan dan menderita luka serius di sisi kiri wajahnya di atas matanya. Ketika dia terbangun, dia menyadari bajunya sudah penuh oleh darah.

Kemudian Polisi mulai meminta keterangan dari orang-orang terdekat Gordon dan yang dicurigai. Termasuk Cain dan ibunya yang mengatakan kepada polisi bahwa Gordon adalah seorang pecandu alkohol, yang dalam keadaan mabuk menabrakkan mobilnya ke gerbang, kendaraan lain, dan pohon, menyebabkan jendela samping pengemudinya pecah. Mereka juga menambahkan bahwa Gordon sendiri yang menolak pergi ke rumah sakit, meski mereka telah membujuk dan menyarankan padanya.

Namun penyelidik kemudian menemukan pernyataan Cain tidak konsisten. Bukti luka fisik yang dialami Gordon juga tidak konsisten dengan pernyataan Cain soal kecelakaan tersebut. Dan dokter membantah pernyataan Cain dan menemukan bahwa luka yang dialami Gordon adalah akibat terkena tembakan di kepala.

Surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk Cain tetapi dia tidak ditemukan sampai beberapa bulan sampai akhirnya dia ditemukan bersembunyi di loteng. Ternyata Cain memiliki banyak catatan buruk sebelum  ini. Dia pernah ditangkap 13 kali sebelumnya dan dihukum karena pelecehan seksual pada tahun 2010.

Meski Polisi tidak dapat menemukan senjata api atau selongsong peluru di lokasi dugaan penembakan. Namun jaksa penuntut menunjukkan fakta bahwa pistol kaliber .25 milik Gordon, hilang sekitar waktu dugaan penembakan. Pistol ini diiduga merupakan senjata api yang digunakan dalam penembakan tersebut. Gordon memberi tahu detektif bahwa Cain tahu di mana dia menyimpan pistolnya. Pihak berwenang Fulton County juga mendapati bahwa Cain, selama percakapan telepon dengan seorang anggota keluarga, berseru, “tapi itu senjatanya (Gordon)!”

Dokter belum bisa mengeluarkan peluru dari tengkorak Gordon karena mereka kuatir dalam percobaan untuk mengeluarkan proyektil dapat menyebabkan kematian.

Sementara, selain hukuman 25 tahun penjara, Cain juga dikenakan hukuman masa percobaan selama lima tahun.