Nyetir sambil mabuk dan karena bosan, pria ini tabrak ibu dan anak gadisnya.

SAHMITRA — Dengan sebatang rokok yang terselip diantara bibirnya dan tanpa sedikit pun menunjukan rasa penyesalan, Scotty Roe, pria 39 tahun asal Inggris ini mengacungkan jari tengahnya pada para wartawan yang langsung menyambutnya begitu dia keluar dari gedung persidangan.

Di pengadilan, Scotty mengaku bersalah atas dua tuduhan yaitu menyebabkan cedera serius karena mengemudi dengan berbahaya dan mengemudi dalam keadaan mabuk. Saat diperiksa melalui test darah, pihak rumah sakit menyatakan bahwa kadar alkohol dalam tubuh Scotty ketika itu melebihi batas hukum.

“Manuver yang anda lakukan adalah sangat berbahaya dan tidak diragukan lagi penilaian anda telah dikaburkan oleh jumlah alkohol yang anda konsumsi.

“Kecepatan anda pun melebihi batas, diperkirakan dua kali lebih cepat dari batas kecepatan yang ditentukan pada area tersebut.

“Dan konsekuensi dari keputusan anda yang berbahaya, korban-korban mengalami luka dan kerugian yang serius.”

Akhirnya pada 6 Agustus kemarin, Scotty dijatuhi hukuman kurungan 16 bulan, diskors selama 18 bulan, diperintahkan untuk melakukan 150 jam kerja sukarela. Dia pun menerima ganjaran dilarang mengemudi selama empat tahun dan wajib bayar denda £ 535 (Rp. 11juta).

13 Juli 2020 lalu Scotty terlibat dalam sebuah kecelakaan yang mengakibatkan dua korban terluka parah. Selain terbukti melanggar hukum karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol, kepada polisi pada saat kecelakaan terjadi, Scotty mengakui bahwa dirinya ‘bosan menunggu’ mobil didepannya yang berjalan sangat lambat. Atas alasan tersebut dia lalu tancap gas dan menyalip mobil tersebut. Namun karena ketika itu hujan dan berkabut, dia pun kehilangan kendali dan alhasil menabrak mobil lain yang ditumpangi oleh Chelsea Sidwell, 19, dan ibunya Kerri Merridew, 39.

Di akun Instagramnya @scottroey belakangan kerap memposting betapa tidak perdulianya dia.

Chelsea dan Kerri bahkan harus terperangkap dan menahan kesakitan di dalam rongsokan mobil selama dua jam lamanya sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara Scotty berhasil selamat tanpa satu pun luka serius.

Akibat dari kecerobohan dan arogansi Scotty itu, Chelsea menderita patah lutut kiri, pergelangan kaki dan jari kaki serta kerusakan ligament dan harus berada di kursi roda selama tujuh minggu. Sementara ibunya, Kerri mengalami remuk di panggul, lutut kanan terkilir dan memar parah pada bahu. Dan karena luka-luka dan cidera yang Kerri alami, dia terpaksa harus kehilangan pekerjaannya.