Obama Kembali Kritik Penanganan Virus Corona di Amerika

Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) kembali mengkritik langkah pemerintah AS dalam mengatasi pandemi Virus Corona.

Obama yang menilai pandemi itu memperlihatkan banyak orang lepas tangan dari masalah tersebut.

Kritik itu yang disampaikan oleh Obama dalam bentuk pidato pembukaan kelulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi yang disiarkan melalui sejumlah media sosial seperti YT, FB serta Twitter pada Sabtu (16/05) waktu setempat.

“Pandemi ini akhirnya mematahkan pandangan orang bahwa pihak bertanggung jawab mengetahui hal yang harus dilakukan. Bahkan, banyak dari mereka tidak pura-pura bertanggung jawab,” kata Obama.

Obama menyampaikan kritik itu kepada Pemerintah Amerika Serikat secara umum, dengan tidak ada menyebutkan langsung Presiden Donald Trump atau pejabat federal serta negara bagian lain.

Pada kesempatan yang sama pula, Obama meminta kepada seluruh siswa menengah untuk menggantikan para pemimpin itu yang dianggapnya telah gagal.

“Melakukan apa yang terasa enak, apa yang nyaman, apa yang mudah, itulah yang anak-anak kecil pikirkan. Sayangnya, banyak yang disebut orang dewasa, termasuk beberapa dengan jabatan mewah dan pekerjaan penting, masih berpikir seperti itu, itulah sebabnya banyak hal sangat kacau,” ucap Obama.

“Saya berharap bahwa sebagai gantinya, Anda memutuskan membekali diri pada nilai-nilai yang terakhir, seperti kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, keadilan, kemurahan hati, rasa hormat terhadap orang lain,” tutur Obama menambahkan.

Kritik itu merupakan yang kedua yang dilancarkan Obama sejak pekan lalu. Pada Jumat (08/05/2020), Obama juga mengkritik penanganan Trump sebagai bencana kekecauan yang mutlak.

Ia juga menyatakan bahwa wabah penyakit seperti Virus Corona akan semakin menonjolkan ketidaksetaraan yang dialami oleh masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat.

“Kami melihat hal yang tidak proporsional akibat Covid-19 dalam komunitas kami. Sama seperti ketika seorang pria berkulit hitam yang sedang berlari dan beberapa orang melihat itu langsung berhenti, menanyakan kondisinya bahkan menembaknya,” kata Obama tanpa blak-blakan menyebutkan kasus Ahmaud Arbery.

Ahmaud Arbery merupakan warga keturunan Afrika-Amerika yang pada awal 23 Februari 2020 ditembak dua orang di kawasan pemukiman kota pantai Brunswick ketika sedang joging karena dianggap sebagai tersangka perampokan rumah.

Sebelumnya, Donal Trump pernah melontarkan sejumlah pernyataan untuk menghadapi Virus Corona, dimulai dari penggunaan masker, sindiran mengenai menyuntikkan disinfektan sampai keinginan membuka lockdown.