Oli London alias Jimin ‘BTS’ KW akhirnya minta maaf atas obsesi mengerikannya pada sang idola dan kebudayaan Asia

SAHMITRA – Oli London adalah pria asal Inggris kelahiran 14 Januari 1990. Pada tahun 2013, London pindah ke Korea Selatan untuk mengajar bahasa Inggris. Saat itulah dia jatuh cinta dengan kebudayaan negara itu dan juga pada salah satu anggota K-Pop boyband paling populer BTS yakni Jimin. Dia tinggal di sana selama setahun dan setelah kembali ke Inggris dia mulai menjalani operasi plastik agar terlihat seperti idolanya, Jimin.

London yang mengklaim dirinya sebagai media sosial influencer mulai viral pada tahun 2018, ketika dia muncul di Hooked on the Look, acara dokumenter televisi Inggris. Di acara itu, dia mengungkapkan bahwa dia telah menghabiskan lebih dari $ 100.000 dolar untuk operasi plastik demi mencapai tampilan Korea yang sempurna. Dia juga pernah menjadi bintang tamu di Rich Kids Go Skint, yang merupakan acara realiti di Inggris. Di The X Factor Series 15 dan Celebs Go Dating.

Meski terdengar aneh, namun banyak orang yang dibuat penasaran oleh ceritanya dan mereka mulai mengunjungi saluran YouTube-nya. Segera dia menjadi viral dan saluran YouTube-nya mendapatkan banyak subscribers baru. Kini, dia memiliki lebih dari 37 ribu subscribers di YouTube dan videonya telah mengumpulkan lebih dari satu juta tampilan. Selain membagikan perjalanan transormasi penampilannya, konten-konten yang ada dalam YouTube-nya adalah video musiknya, dan kecintaannya pada segala hal yang berbau Korea.

Berikut adalah hal-hal kontroversial tentang Oli London:

1. Perombakkan fisk total

18 operasi dan lebih dari 100 prosedur non-bedah agar terlihat seperti Ji-min. Dalam prosesnya, ia telah menghabiskan lebih dari $ 150.000. Pada tahun 2013 dia memulai proses transformasi fisiknya. Sejauh ini, dia telah menjalani lima operasi hidung, operasi pengangkatan kelopak mata, rekonstruksi rahang dan tulang pipi untuk membuatnya tampak lebih simetris. Giginya juga dicabut dan dipasangi veneer untuk memberikan tampilan Korea yang sempurna. Salah satu operasi paling menyakitkan yang pernah dia lakukan adalah operasi pengecilan dada.

Transformasi fisiknya tidak disukai banyak orang. Beberapa orang menyebutnya rasis dan menuduhnya melakukan perampasan budaya. Dalam pembelaannya, Oli London mengatakan bahwa dia melakukannya karena dia mencintai budaya Korea. Selain itu, dia berpendapat bahwa banyak orang Asia menjalani operasi agar terlihat lebih seperti orang kulit putih dan itu tidak masalah bagi mereka.

2. Menikah dengan potongan karton Jimin lalu bercerai 2 tahun kemudian

Pada tahun 2020, London membuat berita dengan menikahi potongan karton Ji-min di Las Vegas dan upacara itu ditayangkan di Daily Mail TV, E! Berita, dan MBC News Korea. Lalu dua tahun kemudian London mengumumkan ‘perceraian’ dengan potongan karton Jimin dan membagikan surat cerai di akun Twitternya.

3.  Mengidentifikasi dirinya sebagai orang Korea dan Non-Binary

Pada Juni 2021, melalui akun Twitternya, London mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Non-Binary. Non binary, atau yang disebut juga sebagai genderqueer adalah istilah identitas gender yang tidak merujuk secara spesifik pada salah satu gender seperti perempuan maupun laki-laki. Dan tidak hanya itu, dia juga menyebut dirinya sebagai orang asli Korea.

Lagi-lagi cuitannya itu mendapatkan tanggapan buruk. Pernyataannya yang menyebut bahwa dia merupakan orang Korea dinilai tidak sopan dan sebagai tindakan aprosiasi kebudayaan. Dia bahkan mengakui telah menerima ancaman pembunuhan dan  ‘dipaksa’ untuk meminta maaf tapi tidak pernah dilakukannya.

4. Rencana melakukan operasi pengecilan alat kelamin sesuai dengan ukuran rata-rata pria Korea.

Februari 2022, London kembali membuat kehebohan setelah dia mengungkapkan rencananya untuk melakukan operasi pengecilan penis dan alasan dibalik rencananya tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Newsweek, London mengatakan bahwa rata-rata penis pria-pria Korea adalah 3,5 inches atau 8,9cm. Karena itu, Oli mengatakan dia sering diledek oleh teman-temannya yang mengatakan dia tidak bisa menjadi orang Korea 100%. Jadi dia memutuskan untuk ‘mengecilkan’ ukurannya menjadi rata-rata pria Korea untuk bisa menjadi 100% orang Korea.

4. Permintaan maaf terbuka kepada orang Korea dan Jimin

Banyak orang yang percaya bahwa London tidak benar-benar mencintai budaya Korea dan dia melakukan semuanya hanya untuk mendapatkan perhatian dan mendongkrak karirnya. Dan setelah berkali-kali membantah dan tidak meminta maaf, akhirnya belum lama ini London mengeluarkan pernyataan dalam sebuah surat terbuka bahwa ‘setelah periode refleksi diri dan setelah menjalani terapi dan bantuan kesehatan mental’, dia ingin ‘meminta maaf dengan sepenuh hati’.

Saya ingin meminta maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati saya kepada setiap anggota komunitas Asia yang pernah salah paham, atau salah menafsirkan kecintaan saya yang ekstrem terhadap Asia dan budaya Asia,” kata London dalam surat itu.

London kemudian menjelaskan bahwa dirinya adalah orang yang sangat tidak bahagia karena mengalami perundungan semasa kecil. Setelah kunjungannya ke Korea Selatan, dia mengalami perubah sepenuhnya sebagai pribadi.

Membutuhkan 32 operasi dan kontroversi lainnya untuk membuat London akhirnya menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya selama ini salah dan sangat tidak sehat.

Saya meminta maaf dengan sepenuh hati kepada Jimin, kepada BTS, kepada Army dan semua komunitas Asia yang mungkin menganggap obsesi saya ‘terlalu banyak’, ‘menyeramkan’ atau ‘tidak sehat’.

London menambahkan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh dan menyesali perbuatannya selama ini dan berjanji untuk mencoba menjadi orang yang lebih baik.