Lahir Cacat, Gadis Ini Ditinggal Orangtuanya

Lahir Cacat, Gadis Ini Ditinggal Orangtuanya

Sahmitra.com — Seorang gadis asal Kazakhstan berusia 17 tahun terlahir dengan wajah rusak separuh. Dilansir Mirror pada Rabu (01/07/2020), ayahnya kaget saat melihat penampilan sang putri dan langsung pergi meninggalkannya dengan sang ibu.

Gadis berusia 17 tahun ini bernama Yaroslava Oleinik ini berusia mencari ayahnya dan ingin menyapanya dengan hangat.

“Ayahku meninggalkan kami tepat setelah melihatku di rumah sakit bersalin. Kami belum melihatnya atau mendengar kabar darinya sejak saat itu,” ungkapnya.

Ayahnya disebut bekerja sebagai sopir truk dan menghasilkan banyak uang tapi kenyataannya sang ayah tak pernah mendukung istri dan putrinya secara finansial. Ibunya bekerja keras seorang diri untuk membesarkannya.

Meskipun begitu, Yaroslava mengaku tak pernah membenci ayahnya. Ia ingin mencari ayahnya dan menjalin hubungan yang hangat antara ayah dan anak yang selama ini tak pernah dirasakannya.Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Aku menemukan profilnya (di media sosial) dan mencoba menghubunginya tetapi dia tidak pernah mengirim pesan. Ibuku berkata, ‘untuk apa kamu melakukan ini? Dia mungkin tidak ingin berkomunikasi dengan kita”.

“Tapi aku ingin tahu bagaimana keadaannya. Bagaimanapun, dia adalah ayahku,” ungkapnya.

Yaroslava kemudian belajar main gitar sendiri selama 10 tahun lamanya. Ia ingin menjadi musisi terkenal dan membuat ayahnya itu bangga.

“Aku suka musik populer, rap dan chanson Rusia,” ungkapnya.

Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Apakah aku punya haters? Selalu! Tapi mereka memotivasiku untuk bekerja lebih keras dan jadi lebih baik,” ungkapnya.

Terlahir dengan wajah yang rusak separuh adalah kenyataan sulit yang ia terima. Butuh waktu panjang agar ia nyaman dengan dirinya sendiri. Ia pernah menutupi wajahnya dengan rambut agar tak merasakan malu.

Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Belakangan aku tenang dan bisa menerima diriku sendiri. Sejak saat itu aku tak lagi memiliki gangguan saraf.”

Karena kondisinya itu, Yaros mengalami kesulitan untuk bernafas yang membuatnya terbangun terengah-engah saat tidur. Ia membutuhkan operasi plastik untuk merekonstruksi hidung, mengembalikan bentuk dan fungsinya.

Ibu Tega Bunuh Bayi Sendiri, Dicekoki Cairan Asam Sulfat

Ibu Tega Bunuh Bayi Sendiri, Dicekoki Cairan Asam Sulfat

sahmitra.com — Seorang ibu yang tega membunuh bayinya itu dengan cara mencekokkan zat kimia yakni asam sulfat. Pengadilan Mesir telah menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Menyadur halaman Gulf News, pada Rabu (01/07/2020), seorang ibu rumah tangga tega membunuh bayi perempuannya dengan memberinya zat asam sulfat disebuh klinik medis swasta Beheira, Kairo.

Kejahatan yang sungguh bejat ini terkuak saat dokter dan perawat mendapati kondisi kesehatan sang bayi yang menurun dan menemukan luka dibibirnya.

Melihat kondisi bayinya itu, direktur unit perawatan khusus bayi Center Neonatal Intensive Care Unit (NICU) langsung memeriksa perawat dan meninjau kamera pengintai.

Petugas kemudian menemukan bahwa sang ibu bayi itu meminta izin kepada perawat untuk bertemu dengan sang bayi, saat itu ia kemudian mencekoki sang bayi dengan asam sulfat. Akibatnya, bayi tersebut mengalami luka dibagian luka dibagian lambung dan bibir.

Melihat kejadian tersebut pihak rumah sakit dan ayah dari si bayi itu melaporkan ke pihak yang berwajib, memerintahkan otopsi, dan penyelidikan atas kejahatan tersebut.

Laporan forensik pada bayi perempuan membuktikan bahwa ada luka bakar akibat asam sulfat disekitar mulut dan wajahnya. Bahan kimia yang sangat korosif tersebut menyebabkan kegagalan fungsi pada pernafasan yang menyebabkan kematiannya.

Investigasi yang menemukan bahwa staff klinik yang mengetahui kejadian itu diminta oleh orangtua pelaku untuk tidak melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Pelaku kemudian langsung digiring ke pengadilan dengan tuduhan sengaja membunuh bayinya dan dijatuhi hukuman.

Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!

Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!

sahmitra.com — Kejadian tragis baru saja menimpa seorang wanita asal Spanyol yang bernama Marta Bustos. Wanita ini tinggal di Seattle, Amerika Serikat mengalami kebutaan terhadap kedua matanya saat mencoba membuat kosmetik sendiri saat dirumah pasca Virus Corona.

Akhirnya Marta yang harus kehilangan penglihatannya seumur hidup. Kini, dirinya dikabarkan sedang mencari pendonor untuk menjalani transplantasi kornea mata.

Dikutip laman The Sun, pada Detik.com pada Selasa (30/06/2020) melaporkan seorang wanita bernama Marta Bustos mengalami insiden yang mengerikan. Kejadian ini berawal saat Marta mencoba untuk membuat kosmetik sendiri di rumah.

Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!
Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!

Namun, karena dirinya yang kurang berhati-hati saat membuat sabun, tak sengaja kedua matanya itu terkena cairan soda sodium hydoxide. Akhirnya, cairan tersebut membuat kedua matanya terbakar parah sampai buta.

Akibat dari insiden tersebut, Marta yang harus segera dilarikan ke rumah sakit Harborview Medical Centre. Dirumah sakit tersebut Marta ditangani oleh dua dokter spesialis. Demi bisa melihat lagi, dokter itu mengatakan bahwa Marta membutuhkan pendonor untuk menjalani transplantasi kornea mata.

Meskipun kini wanita yang berusia 24 tahun itu tak dapat melihat lagi, dokter di Harborview Medical Centre berjanji bahwa suatu saat nanti Marta akan bisa kembali melihat. Kedua dokter itu juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya.

Marta yang tinggal jauh dari orangtuanya. Ia berada di Seattle, Amerika Serikat sedangkan orangtuanya di Spanyol. Sang ibu, Anna Gongora itu sangat merasa khawatir karena belum bisa menengok putrinya lantaran ada pandemi Virus Corona.

Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!
Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!

“Tim ini (dua dokter spesialis) untuk pertama kalinya telah meyakinkannya bahwa dia akan memulihkan penglihatannya. Kami tidak tahu berapa persen yang akan dia peroleh, tapi kami tahu dia akan melihat lagi,” jelas Anna.

Saat ini pihak keluarga telah membuat penggalangan dana untuk biaya rumah sakit Marta lewat Go Fund Me. Alhasil, mereka mendapatkan dana sekitar Rp 3,8 miliar. Pihak keluarga mengatakan jika operasi transplantasi kornea Marta sudah selesai, sisa uang itu akan mereka donasikan ke badan amal.

Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur

Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur

sahmitra.com — Kejadian naas yang menimpa ayah dan anak berasal dari India ketika keduanya ditahan oleh aparat kepolisian Tamil Nadu. Baru beberapa hari dipenjara, keduanya dilaporkan tewas dalam keadaan mengenaskan. Pihak keluarga menduga polisi telah menganiaya kedua korban yang tak lain adalah P Jayaraj dan anaknya J Bennix tersebut.

Dikutip dari Suara.com, pada Senin (29/06/2020) sebagaimana juga diberitakan oleh media Al Jazeera, anak dan ayah ditemukan tewas dengan luka pada dubur. Hal itu memicu kemarahan publik lantaran menduga korban dianiaya secara seksual oleh pihak kepolisian.

P Jayaraj dan J Bennix ditahan pada Jumat (26/06/2020) lantaran melanggar aturan lockdown dengan membuka toko ponsel hingga lewat dari jam malam, yaitu pukul 20.00 waktu setempat. Namun, beberapa hari ditahan di dalam sel, keduanya ini malah dilaporkan meninggal dunia.

Dari pihak kepolisian mengatakan bahwa keduanya ini meninggal karena sakit, Jayaraj dilaporkan menderita demam tinggi sedangkan Bennix yang mengalami sakit pada bagian dadanya. Keduanya ini sempat dilarikan di rumah sakit pemerintah Kovilpatti, namun sayangnya nyawa korban yang tak tertolong. Mereka meninggal dalam waktu yang berdekatan.

Keluarga korban yang merasa sangat terpukul atas kejadian tersebut dan menduga bahwa keduanya ini meninggal lantaran dianiaya oleh pihak polisi, bukannya sakit seperti yang dikatakan oleh pihak kepolisian. Selain itu, adanya bekas luka pada dubur kedua korban memancing kecurigaan dari pihak keluarga bahwa keduanya ini meninggal karena disiksa secara seksual.

Jayaraj dan Bennix ini dihajar lagi setelah dibawa ke kantor polisi, bahkan ketika beberapa dari kita menyaksikannya dari pintu masuk kantor polisi, ucap kerabat korban.

Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur
Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur

Tim medis juga mengatakan adanya beberapa luka yang terdapat padqa bagian tubuh korban, meskipun hasil post-mortem belum rilis keluar.

“Kaki dan tangan mereka yang bengkak, dan Bennix berdarah di dubur. Jayaraj yang mengalami cedera parah pada bagian lututnya. Polisi juga bahkan meminta lungis (sarung) baru karena yang mereka kenakan berdarah,” ucap S Rajaram yang merupakan pengacara serta teman dari Bennix.

Pihak pengadilan setempat yang masih mendalami kasus kematian keduanya ini. Avinas Kumar selaku Direktur Eksekutif Amnesty International India juga meminta agar pemerintah Tamil Naidu tak memberlakukan impunitas bagi para petugas polisi, agar keadilan dapat ditegakkan.

Menurutnya kematian Jayaraj dan Bennix ini mengisyaratkan kegagalan India dalam meminta pertanggungjawaban dari pihak kepolisian.

“Tingkat hukuman buruk dalam kasus-kasus penyiksaan penahanan dan kematian telah menciptakan iklim impunitas yang meluas, membuat para petugas kepolisian semakin berani. Ini harus berakhir sekarang,” tambahnya.

Bahkan, Tamil Nadu yang tercatat bertanggung jawab atas kematian tahanan tertinggi kedua di dunia, berdasarkan laporan Biro Catatan Kejahatan Nasional 2018. Namun, tak ada satupun polisi Tamil Nadu yang ditangkap atas kejahatan tersebut.

Adanya dugaan penganiayaan terhadap kedua korban sampai tewas itu membuat masyarakat India marah. Bahkan adanya tagar #justiceforjayanadbennix sempat trending di twitter.

Pemerintah negara bagian yang dikepalai oleh All India Anna Dravida Munnetra Kazagam (AIADMK) mengungkapkan bahwa akan ada kompensasi sebesar USD26.450 yang mana setara dengan Rp 377,6 juta yang akan diberikan kepada keluarga korban.

Penangguhan juga sudah diberikan kepada dua polisi yang dianggap bertanggungjawab atas kematian korban tersebut, serta beberapa pejabat yang dianggap telah terlibat juga sudah dipindahkan.

Sejak Berusia 4 Jam, Tak Pernah Lihat Perempuan Selama Hidupnya. Bahkan Ibu Kandungnya!

Sejak Berusia 4 Jam, Tak Pernah Lihat Perempuan Selama Hidupnya. Bahkan Ibu Kandungnya!

sahmitra.com — Percaya atau tidak, manusia diciptakan dengan berpasang-pasangan, pria dan wanita. Dimana ada pria disitu akan ada wanita yang selalu mendampinginya, setidaknya ibu kandungnya yang sudah melahirkan dirinya. Ternyata, tak semua pria cukup beruntung bisa hidup berdampingan dengan wanita karena ternyata ada seorang pria yang selama hidupnya tak pernah mengetahui wujud seorang wanita hingga ia meninggal dunia.

Mihailo Tolotos adalah seorang biksu ortodoks Yunani lahir pada tahun 1856. Ketika ia masih berumur 4 jam, ibunya sudah dinyatakan meninggal dunia. Karena tak ada sanak saudara yang lain, bayi ini pun ditinggalkan ditangga sebuah kuil yang ada di puncak Gunung Athos. Para biksu ini memberinya nama Michael Tolotos.

Sejak Berusia 4 Jam, Tak Pernah Lihat Perempuan Selama Hidupnya. Bahkan Ibu Kandungnya!
Sejak Berusia 4 Jam, Tak Pernah Lihat Perempuan Selama Hidupnya. Bahkan Ibu Kandungnya!

Selama hidupnya, ia selalu menuruti semua ajaran-ajaran baik dari kuil. Ia tak pernah sekalipun melewati gerbang biara jadi mustahil ia bisa melihat oranglain selain para biarawan yang ada dikuil tempat ia tinggal.

Selain itu juga, ada sebuah undang-undang yang disahkan pada tahun 1060, yakni perempuan dan juga hewan dilarang memasuki gunung. Para biarawan juga dilarang untuk bercukur, mandi, berkelahi serta bertanya tentang kehidupan diluar kuil.

Pada akhir hidupnya di usia 82 tahun, ia menjadi satu-satunya orang yang tak pernah melihat perempuan semasa hidupnya termasuk ibu kandungnya sendiri. Kasihan banget selama hidupnya ia belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Semoga dirinya dapat bertemu dengan ibunya di kehidupan selanjutnya ya.

Istri Menuntut Suami ke Pengadilan karena beri Miras ke 2 Bayinya

Istri Menuntut Suami ke Pengadilan karena beri Miras ke 2 Bayinya

sahmitra.com — Rumah tangga Abas dan istrinya yang telah berjalan lima tahun itu harus berakhir di pengadilan, usai ia dinyatakan bersalah dengan memberi anak-anaknya minuman berakohol. Menyadur laman Guardian.ng, pengadilan adat di Ibadan, Nigeria memutuskan untuk memberikan hak asuh kedua bocah itu berusia dibawah empat tahun ke istri Abas, Mufuliat Soremekun.

Majelis hakim yang mengabulkan permintaan Mufuliat yang merasa tak tahan lagi berumahtangga dengan pria yang disebutnya sadis dan pemabuk.

“Aku lelah memperingatkan Abas untuk menghentikan kebiasaan minum alkohol yang ia warisi dari ayahnya. Saya memiliki tekanan darah tinggi karena stres yang saya alami bersamanya,” ujar Mufuliat.

Perempuan yang berprofesi sebagai perancang busana ini semakin memantapkan diri untuk mengakhiri rumah tangganya selepas mengetahui sang suami membuat anak-anaknya yang dibawah umur juga mengonsumsi miras (minuman keras).

“Yang terburuk, Abas memberikan dua anak kami minuman beralkohol atau bir, anak-anak berusia empat tahun ke bawah,” bebernya.

Menyetujui keputusan pengadilan, Abas yang menyangkal sebagian besar tuduhan yang dilayangkan sang istri. Ia menyebut Mufuliat sebagai pencuri dan telah mengeksploitasi dirinya.

“Memang benar jika aku terkadang menghajar Mufuliat dan itu karena dia terus melanggar perintahku,” kata Abas.

Abas menuduh istrinya itu telah mencuri uang sebesar 80 ribu naira atau setara dengan Rp 2,9 juta saat ia tak berada dirumah.

“Mufuliat dan keluarganya telah memeras saya dan saya memilliki banyak utang karena berusaha memuaskan mereka,” akunya.

Pria ini juga menuduh bahwa istrinya telah berbohong tengah hamil anak ketiga supaya mendapatkan uang.

“Dia tahu saya biasanya memberikan hadiang uang banyak setiap kali dia hamil.”

“Saya telah melakukan segalanya untuknya, tetpai dia terus mengatakan hal-hal buruk tentangku,” tandasnya.

Hasil Penelitian ini Sebut Pasien Sembuh Corona Alami Cacat Paru Permanen!

Hasil Penelitian ini Sebut Pasien Sembuh Corona Alami Cacat Paru Permanen!

sahmitra.com — Ratusan negara diseluruh dunia kini berperang melawan pandemi Virus Corona, virus yang pertama kali meledak di kota Wuhan, Tiongkok itu secara cepat tersebar di seluruh dunia, bahkan ada beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, dan beberapa negara di benua biru dibuat kelimpungan tak berdaya. Sampai berita ini dibuat, total jumlah manusia yang telah terinfeksi virus corona ini berjumlah sekitar 9,472,473 dari seluruh dunia.

Meskipun berbagai tindakan preventif telah dilakukan, faktanya virus ini masih saja terus menerus berkembang dan menyebar bahkan WHO selaku Badan Kesehatan Dunia juga akhirnya mengeluarkan statmen baru yang cukup mengejutkan, yakni meminta kepada agar semua negara bersedia hidup berdampingan dengan Virus Corona layaknya dulu saat HIV Aids pertama kali menyebar.

Pernyataan ini diperparah dengan temuan oleh salah seorang anggota komite eksekutif dari British Society of Thoracic Imaging dan penasihat untuk Royal College of Radiologists, Dr Sam Hare, menyebutkan bahwa mayoritas penyintas Virus Corona, mengalami kerusakan paru-paru permanen. Lebih lanjut menurut penuturan ahli medis, para pasien yang telah sembuh justru mengalami jaringan parut (fibrosis) pada paru-paru yang disertai dengan gejala ringan lainnya, seperti batuk dan kelelahan. Oleh sebab itu, jangan keburu senang dulu apabila ada yang berhasil sembuh dari Virus Corona itu karena, mereka juga wajib kembali melakukan pemeriksaan untuk mengecek keadaan paru-parunya.

“Dalam pemindaian selama enam minggu, sejauh ini saya melihat ada sekitar 20-30 persen pasien yang dirawat dirumah sakit menunjukkan kerusakan paru-paru permanen,” jelasnya. 

Dicurigai bahwa kerusakan ini terjadi pada paru-paru penyintas Virus Corona dipicu oleh respons imun yang terlalu berlebihan, sehingga berakibatkan pada banyaknya lendir dan cairan yang mengisi kantung permanen setelah keluar dari rumah sakit. Hal ini yang membuat pasien untuk susah bernafas sehingga harus dibantu dengan alat seperti ventilator.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh sebuah studi di Tiongkok yang juga mengungkapkan jika para pasien yang telah sembuh dari virus asal Wuhan ini juga mengalami kerusakan paru-paru permanen setelah keluar dari rumah sakit. Hal ini juga terjadi pada pasien SARS dan MERS yang 60 persennya pasien sembuhnya mengalami fibrosis paru.

“Kekhawatiran saya sebenarnya adalah tidak pernah menyangka sebelumnya dalam hidup kita, begitu banyak orang yang mengalami cidera paru-paru yang sama disaat yang bersamaan,” kata Prof Gisli Jenkins, dari National Institute for Health Research.

Penemuan Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 35 Menit

Penemuan Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 35 Menit

sahmitra.com — Penemuan baru yang dilakukan oleh seorang ilmuwan Jose-Luis Sagripanti dan David Lytle, yang masing-masing merupakan veteran Angkatan Darat AS dan mantan karyawan di Food and Drug Administration.

Dirinya mengklaim bahwa sinar matahari bisa membunuh Virus Corona (Covid-19) yang menempel pada permukaan hanya dalam waktu 35 menit.

Dilansir dari laman Mirror, pada Jumat (26/06/2020), studi tersebut menganalisis seberapa efektif sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari dapat membunuh Virus Corona dalam kurun waktu berbeda sepanjang tahunnya.

Analisis ini menunjukkan bahwa sinar matahari disebagian besar wilayah Amerika Serikat dan kota-kota dunia selama musim panas dapat menghapus 90 persen Virus Corona yang hidup di permukaan, hanya dalam waktu 35 menit.

Sebaliknya, dalam kurun waktu Desember hingga Maret, penelitian itu menyebutkan virus itu bernama ilmiah Sars-CoV-2 dapat bertahan hidup sehari atau lebih di permukaan.

“Sars-CoV-2 dapat dinonaktifkan lebih cepat (bahkan dari influenza A) selama musim panas di banyak kota padat di dunia,” tulis mereka dalam jurnal ilmiah yang terbit di Photochemistry and Photobiology.

“Hal itu menunjukkan sinar matahari punya peran dalam tingkat penyebaran dan durasi dari pandemi virus Corona.”

Meskipun demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah memperingatkan bahwa sinar matahari tak mencegah penyebaran Virus Corona.

Kasus infeksi Virus Corona di negara-negara tropis bisa menjadi bukti virus yang kali pertama muncul di Wuhan, China itu tetap dapat menyebar sekalipun di kawasan dengan intensitas sinar matahari tinggi.

“Anda tetap bisa terinfeksi covid-19, tidak peduli seberapa cerah atau panas cuacanya. Negara-negara bercuaca panas telah melaporkan kasus covid-19,” kata WHO.

Hampir Diperkosa Tetangga Saat Tidur di Rumah Mertua

Hampir Diperkosa Tetangga Saat Tidur di Rumah Mertua

sahmitra.com — YN (22), warga Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, melaporkan tetangganya sendiri berinisial HK (33) ke polisi, pada Kamis (25/06/2020). Pasalnya, saat dirinya sedang menginap dirumah mertua, ia nyaris menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh HK.

Diceritakan YN, saat kejadian tersebut dirinya sedang menginap dirumah mertua bersama dengan anaknya yang berlokasi di Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang. Sedangkan, suaminya diketahui sedang bekerja diluar.

Ketika sedang tertidur pulas pada tengah malam bersama anaknya, dirinya mengaku terkejut ketika ada yang meraba tubuhnya. Awalnya, ia mengira yang melakukan itu adalah suaminya. Namun, ketika dirinya tersadar ternyata bukan.

“Saya kira itu suami saya, ketika dilihat ternyata bukan. Dia bahkan bilang, ‘kamu diam saja, nanti saya kasih uang Rp 500.000,” kata YN saat menirukan ucapan HK kepadanya. 

Sadar dirinya akan diperkosa, sontak ia berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan itu, mertua dan kakaknya langsung terbangun. Mengetahui hal tersebut, pelaku yang terlihat panik dan langsung kabur untuk melarikan diri.

Tak terima dengan perlakuan di pelaku, ia bersama keluarga langsung melaporkannya ke polisi agar diproses secara hukum. Sementara saat dikonfirmasi, Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Herry mengatakan, bahwa kasus ini sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang.

Hanya saja, pelaku belum ditangkap karena masih perlu dilakukannya pemeriksaan terhadap saksi dan korban.

“Penyidik masih meminta keterangan dari korban untuk menangkap pelaku,” kata Herry.

Asyik Makan Pangsit Goreng, Mahasiswi Ini Temukan Hal Menjijikkan

Asyik Makan Pangsit Goreng, Mahasiswi Ini Temukan Hal Menjijikkan

sahmitra.com — Seorang mahasiswi sekolah farmasi di Thailand menemukan benda menjijikkan yang ia yakini sebagai gigi manusia saat memakan makanan ringan (snack).

Menyadur Asia One, mahasiswi Universitas Asia Timur mengatakan dia memakan sebuah snack yang berupa pangsit goreng dan menemukan adanya gigi manusia di dalamnya itu.

Ia membagikan foto-foto temuannya yang mengejutkan itu di akun Facebook Noei Wichitra dan langsung viral di Thailand.

Ia mengatakan tujuannya membagikan foto-foto itu sebagai peringatan agar orang berhati-hati dalam memilih makanan.

Dalam postingannya itu menceritakan bahwa kronologi saat menemukan hal menjijikan tersebut.

“Ibu membeli snack ini. Aku lapar. Jadi saya ambil snack(untuk dimakan). Saat saya makan yang pertama Tidak apa-apa.” tulisnya dalam postingan.

Barulah ada suapan kedua yang ia temukan benda asing tersebut didalam snacknya.

“Halo!!!! ada tekstur yang berbeda di mulutku. Ketika saya mengunyah, saya pikir itu adalah tendon Babi. Ketika saya muntahkan, ternyata gigi manusia. Saya hampir muntah.” ungkapnya.

Kasus itu bukan menjadi hal pertama kali di negara Gajah Putih

Seorang warga Thaiand temukan lipan di dalam minumannya.[Facebook/Lalita Pollachom]

Dikutip dari The Nation Thailand, Lalita Pollachom mengunggah foto yang memperlihatkan temuannya yakni seekor lipan ada didalam minuman yang ia beli dari sebuah kedai.

Hewan itu ia temukan pada minuman yang baru dibelinya untuk anaknya. Ia melihat sedotan yang ada pada minumannya itu bergerak, setelah diperiksa keluarlah seekor hewan dari dalam sedotan.

Pollacham juga memposting temuannya itu di akun Facebook pribadinya. Dia mengatakan bahwa dia kembali ke kedai tersebut dan meminta ganti rugi.

Ia mengingatkan agar semua orang lebih berhati-hati dalam membeli minuman.

“Ada bahaya yang mengintai di dalam minuman yang saya beli.” pungkasnya.