Pakar: Konsumsi Alkohol Berlebih Tingkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19

Sejumlah pakar yang menganalisis tentang alkohol, sudah memperingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak meminum alkohol secara berlebihan. Peringatan ini sudah dikeluarkan di tengah laporan bahwa konsumsi alkohol secara terus menerus meningkat ditengah pandemi Virus Corona.

Nina Radcliff, yakni seorang dokter asal New Jersey, menuturkan bahwa meskipun mudah bagi orang untuk minum lebih banyak daripada biasanya namun saat-saat ini ketika lebih dari seperempat populasi dunia terkunci, penting untuk lebih berhati-hati dan memantau penggunaan alkohol.

“Selain menyebabkan mabuk, yang dapat membuat Anda kesal atau membuat keputusan yang buruk, konsumsi alkohol dapat menghambat sistem kekebalan tubuh Anda,” kata Radcliff, seperti dilansir Al Arabiya.

Sementara itu, menurut Kaveh Khoshnood dari School of Public Health Yale University, bahwa kecemasan dan ketakutan yang terkait dengan pandemi ini mendorong beberapa orang untuk berperilaku merugikan diri mereka sendiri, dan penggunaan alkohol yang tampaknya akan lebih meningkat.

“Beberapa orang tidak tahu bagaimana mengelola kecemasan dan ketakutan mereka dan beralih ke penggunaan narkoba untuk memberi mereka bantuan sementara,” ucapnya.

Mayo Clinic, yang merupakan rumah sakit nomor satu di Amerika berdasarkan US News & World Report, mengatakan bahwa mengonsumsi alkohol berlebihan dapat mempersulit untuk tubuh seseorang melawan penyakit, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Sistem kekebalan yang melemah bukan hanya berarti meningkatkan resiko terinfeksi Virus Corona, namun juga dapat meningkatkan keparahan penyakit virus tersebut, yang terkenal dengan nama COVID-19.

“Jika Anda terkena virus korona, penggunaan alkohol dalam jumlah besar dapat meningkatkan kemungkinan penyakit parah,” ucap Arthur Reingold, Kepala Divisi Epidemiologi dan Biostatistik di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Berkeley.

Karena Virus Corona adalah sebuah penyakit baru, banyak orang diseluruh dunia yang bereksperimen dengan pengobatan rumahan, termasuk juga meminum alkohol, dalam upaya untuk menangkal infeksi Virus Corona.

Sudah ada puluhan juta orang yang meninggal karena keracunan dari meminum alkohol di Iran dalam upaya untuk mencegah terjadinya penularan Virus Corona. Pada pertengahan bulan Maret, seorang anak di Iran mengalami koma dan kehilangan penglihatannya setelah diberikan alkohol oleh pihak keluarganya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mengeluarkan pernyataan di media sosial yang menghilangkan mitos bahwa minum alkohol mencegah virus Corona.

“Tidak, minum alkohol tidak melindungi Anda dari infeksi Covid-19. Alkohol harus selalu dikonsumsi dalam jumlah sedang dan orang-orang yang tidak minum alkohol tidak boleh mulai minum dalam upaya untuk mencegah infeksi,” jelas WHO.