Pembunuhan kejam perempuan Kuwait yang terjadi di bulan Ramadan

SAHMITRA – Ramadhan adalah bulan suci. Bulan di mana umat Islam memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berpuasa selama sebulan penuh. Bulan yang dinanti-nantikan oleh orang-orang beriman untuk menyucikan hati mereka, memperbaharui iman, mencari pengampunan, dan meningkatkan disiplin diri. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk fokus pada apa yang paling penting dan positif dalam kehidupan orang percaya.

Namun jauh dari makna bulan Ramadhan yang telah diperbuat oleh Fahad Subhi Mohammed. Melansir Alarabiya.net, pada bulan April 2021 lalu, Fahad Subhi Mohammed dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan kriminalitas negara di Timur Tengah, Kuwait atas tuduhan pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Tindak pembunuhan tersebut dilakukan oleh Fahad pada bulan suci Ramadhan dan di siang hari bolong. Korbannya adalah seorang perempuan Kuwait bernama Farah Hamza Akbar. Fahad dengan sengaja menabrakkan mobilnya pada mobil yang tengah dikendarai oleh Farah dan anak perempuannya dan kemudian menculik mereka. Didalam mobil itu Fahad menikam dada Farah beberapa kali didepan anak Farah. Setelah itu Fahad mengendarai mobil dan menuju ke rumah sakit, meninggalkan Farah yang sekarat dan anaknya di depan pintu rumah sakit dan kemudian ia melarikan diri.

Tidak butuh waktu lama, pihak kepolisian berhasil menangkap Fahad. Fahad mengakui perbuatannya dan menyatakan alasan ia membunuh Farah adalah karena perempuan itu telah menolak lamarannya.

Setelah diusut lebih lanjut ternyata Farah telah dua kali mengajukan surat pengaduan kepada pihak kepolisian terhadap Fahad atas tindak penculikan dan pengancaman. Fahad sempat ditahan oleh kepolisian namun kemudian dibebaskan dengan jaminan. Setelah bebas, Fahad memanfaatkan kebebasan itu dengan pergi untuk menghilangkan nyawa Farah.

Dana Akbar, saudari dari Farah mengunduh sebuah video di media sosial. Di video tersebut Dana menjelaskan bahwa kakaknya telah mengajukan dua kasus terhadap Fahad dan bagaimana dalam kedua kasus tersebut Fahad dibebaskan dengan jaminan. Dana menambahkan dia bahkan mengatakan pada jaksa berkali-kali bahwa Fahad sangat berbahaya bagi keluarganya. Namun sepertinya tidak ada seorang pun yang perduli dan mereka membiarkan Fahad bebas hingga akhirnya membunuh Farah.