Penemuan Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 35 Menit

sahmitra.com — Penemuan baru yang dilakukan oleh seorang ilmuwan Jose-Luis Sagripanti dan David Lytle, yang masing-masing merupakan veteran Angkatan Darat AS dan mantan karyawan di Food and Drug Administration.

Dirinya mengklaim bahwa sinar matahari bisa membunuh Virus Corona (Covid-19) yang menempel pada permukaan hanya dalam waktu 35 menit.

Dilansir dari laman Mirror, pada Jumat (26/06/2020), studi tersebut menganalisis seberapa efektif sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari dapat membunuh Virus Corona dalam kurun waktu berbeda sepanjang tahunnya.

Analisis ini menunjukkan bahwa sinar matahari disebagian besar wilayah Amerika Serikat dan kota-kota dunia selama musim panas dapat menghapus 90 persen Virus Corona yang hidup di permukaan, hanya dalam waktu 35 menit.

Sebaliknya, dalam kurun waktu Desember hingga Maret, penelitian itu menyebutkan virus itu bernama ilmiah Sars-CoV-2 dapat bertahan hidup sehari atau lebih di permukaan.

“Sars-CoV-2 dapat dinonaktifkan lebih cepat (bahkan dari influenza A) selama musim panas di banyak kota padat di dunia,” tulis mereka dalam jurnal ilmiah yang terbit di Photochemistry and Photobiology.

“Hal itu menunjukkan sinar matahari punya peran dalam tingkat penyebaran dan durasi dari pandemi virus Corona.”

Meskipun demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah memperingatkan bahwa sinar matahari tak mencegah penyebaran Virus Corona.

Kasus infeksi Virus Corona di negara-negara tropis bisa menjadi bukti virus yang kali pertama muncul di Wuhan, China itu tetap dapat menyebar sekalipun di kawasan dengan intensitas sinar matahari tinggi.

“Anda tetap bisa terinfeksi covid-19, tidak peduli seberapa cerah atau panas cuacanya. Negara-negara bercuaca panas telah melaporkan kasus covid-19,” kata WHO.