Pengacara di AS bayar orang untuk membunuhnya supaya anaknya dapat uang asuransi

SAHMITRA – Alex Murdaugh, 53, lahir dari keluarga hukum yang cukup terkenal di Carolina Selatan, Amerika Serikat. Selama tiga generasi, mulai dari kakek buyut, kakek, dan ayahnya semuanya pernah menjabat sebagai jaksa penuntut utama di negara bagian itu.

Drama di kehidupan Alex bermula pada bulan Juni 2021 lalu, ketika istrinya, Margaret, 52 tahun dan puteranya, Paul, 22 tahun ditemukan terbunuh didekat rumah mereka. Alex sendiri yang menemukan istri dan puteranya tewas tertembak dan lalu menelepon dan melapor ke 911. Hingga kini pihak kepolisian belum menetapkan pelaku pembunuhan Paul dan Margaret Murdaugh dan enggan berkomentar mengenai kemungkinan bahwa Alex Murdaugh terlibat.

Tiga bulan kemudian, tepatnya 4 September kemarin, Alex Murdaugh ditembak di bagian kepalanya dipinggir jalan. Awalnya, pengacara Alex, Dick Harpootlian mengkalim bahwa kliennya tengah mengganti ban mobilnya yang kempes dan tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal menyerang dan menembaknya. Dua hari kemudian Alex keluar dari rumah sakit dengan luka ‘dangkal’ dibagian kepalanya.

Setelah kepolisian mengusut insiden itu dan mengumpulkan informasi dan bukti-bukti, kini Alex malah dituduh ‘mengatur pembunuhan’ atas dirinya sendiri sehingga puteranya yang lain yang masih hidup mendapatkan uang asuransi atas kematiannya. Yang akhirnya tuduhan itu diakui oleh Alex.

Menurut pengacaranya, kematian istrinya dan putranya memperburuk kecanduan opioid yang diderita Alex hingga membawanya ke dalam kesulitan keuangan yang mengerikan. Dan keyakinan yang salah bahwa putranya tidak akan bisa mendapatkan uang asuransi yang diperkirakan senilai US$ 10juta jika dia mengambil nyawanya sendiri ini lah yang menjadi motif utama Alex ‘merancang’ kematiannya.

Alex menyusun rencana dengan menyewa mantan kliennya, Curtis Edward Smith yang berusia 61 tahun untuk menembaknya. Sialnya rencananya tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Yang berakibat Smith, yang merasa telah dihianati oleh Alex malah kini ditahan dan menghadapi tuduhan kriminal, konspirasi untuk melakukan penipuan asuransi, penyerangan, membantu seseorang bunuh diri dan kepemilikan obat-obat terlarang.

Sementara Alex sendiri sudah menyerahkan diri dan ditangkap dengan dakwaan penipuan asuransi, konspirasi untuk melakukan penipuan asuransi, dan mengajukan laporan palsu. Tapi dia dibebaskan dengan membayar jaminan US$ 20.000 untuk melakukan rehab di pusat rehabilitasi di luar negara bagian, kata pengacaranya.

Sehari sebelum penembakan, Alex mengundurkan diri dari firma hukum yang mencurigainya telah melakukan penyalahgunaan dana, yang digunakan untuk mendanai kecanduan opioidnya. Pengacara Alex menambahkan bahwa Murdaugh bekerja sama dengan pihak berwenang dan tidak ingin “kejahatan palsu” yang disusunnya mengalihkan perhatian penyelidikian atas pembunuhan istri dan putranya.

Namun, secara terpisah, penyelidikan kematian Margaret dan Paul Murdaugh malah mendorong pihak berwenang untuk membuka kembali penyelidikan atas dua kematian lainnya dalam beberapa tahun terakhir yakni kasus Stephen Smith yang berusia 19 tahun pada tahun 2015, yang mayatnya ditemukan kurang dari 10 mil jauhnya dari rumah keluarga Murdaugh dan juga kasus kematian Gloria Satterfield, pengurus rumah tangga keluarga Murdaugh selama lebih dari dua dekade didalam rumah mereka.

Kematian Stephen Smith awalnya dianggap sebagai penembakan, tetapi kemudian diputuskan penyebab kematiannya adalah tabrak lari. Polisi belum mengatakan informasi apa yang ditemukan selama penyelidikan Murdaugh yang mengarahkan mereka untuk menyelidiki kasus Smith.

Pihak berwenang juga telah meluncurkan penyelidikan atas kematian pengurus rumah tangga keluarga Murdaugh, Gloria Satterfield, 57 tahun, pada tahun 2018. Ketika dimintai keterangan Alex menyatakan bahwa Mrs. Sttarerfield tersandung anjing-anjingnya dan kemudian jatuh dari tangga dan meninggal. Tetapi berwenang yang melakukan otopsi menyatakan bahwa yang terjadi pada Mrs. Satterfield bukanlah cedera terpeleset dan jatuh.

Dibalik semua peristiwa buruk yang mengelilingi keluarga Murdaugh, pihak kepolisian masih belum mau berkomentar. Baik itu penyebab atau orang yang dicurigai atas pembunuhan Margaret dan Paul atau apakah 2 kematian lain yang menguap kembali memiliki keterkaitan satu sama lain.