Pengakuan Mengejutkan Remaja Perempuan 18 Tahun: Mau Menikahi Ayah Kandung

Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun di Amerika Serikat membuat sebuah pengakuan mengejutkan. Dia berencana akan menikahi ayah kandungnya sendiri. Rencana tersebut sontak mengegerkan media sosial.

Remaja itu menggambarkan momen pernikahannya berjalan menuju altar bersama sang ayah sebagai pernikahan sempurna dan simbol keunikan cinta mereka.

Dengan berbagi ceritanya itu, remaja asal Paman Sam itu memberikan pandangannya tentang apa yang dinamakan sebagai ketertarikan seksual secara genetik alias genetic sexual attraction (GSA).

Dikenal juga sebagai inces konsensual, kasus GSA acapkali terjadi ketika orangtua kandung diasingkan dari anak-anak mereka selama beberapa waktu dan dipersatukan kembali ketika anak mereka sudah beranjak dewasa.

Dalam kasus itu, wanita yang tak ingin disebutkan namanya, hubungan romantis pertama kali dimulai setelah sang ayah memasuki kembali kehidupannya ketika dia berusia 16 tahun. Nah, selama 12 tahun mereka berdua tak berhubungan sama sekali.

Remaja itu mengakui tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk menyadari bahwa mereka memiliki perasaan yang kuat antara satu sama lain.

“Kami mendiskusikan apakah itu salah atau benar, kemudian kami berciuman. Lalu kami bercumbu untuk kali pertama. Di saat itulah, aku kehilangan keperawananku,” ujar remaja tersebut.

Remaja itu mengakui sang ibu tidak mengetahui soal hubungan pasangan inces itu. Yang terang, remaja tersebut mengaku tidak peduli jika keduanya tidak bisa menikah secara sah.

“Saya ingin itu mewakili keunikan kami, jadi kami tidak melakukan pernikahan serba putih,” katanya.

Kemudian, remaja itu membeberkan seperti apa pernikahannya nanti, dimulai busana yang akan dikenakan sampai pada dekorasi yang akan dipercantik.

“Warna pernikahan kami didominasi hitam dan ungu, dan kami berdua akan memakai sepatu Converse. Dia mengenakan celana jins dan kemeja yang bagus. Dia mengatakan dia tidak mengenakan dasi kupu-kupu, tetapi ini adalah pernikahan saya dan dia,” ujar remaja itu.

“Nenek dan kakek saya–orang tua tunangan saya–akan hadir dan kakek saya akan menjadi wali saya. Meja-meja akan memiliki karangan bunga pohon tanpa daun untuk mewakili pernikahan kita, yang akan seperti pohon yang tumbuh. Gaun saya akan hitam,” ungkap remaja itu.

Rencana pernikahan ini mendadak viral di Facebook. Banyak warganet yang merasa syok dengan cerita cinta dari satu pasangan ini dan menentang rencana pernikahan ini.
“Ini sangat salah, sangat sangat sangat salah. Saya berharap seseorang bisa ikut campur dan menyelamatkan gadis malang ini,” tulis salah seorang warganet.

“Tidak, tidak, tidak. Saya berharap kepada Tuhan agar dia (gadis itu) tidak menjalankan pernikahan ini dan dia kembali menyadari bahwa ini salah,” tulis warganet lainnya.

Istilah Genetic Sexual Attraction (GSA) diciptakan pada akhir 1980-an oleh pendiri kelompok pendukung untuk anak-anak adopsi yang baru-baru ini terhubung kembali dengan kerabat biologis mereka.

Dalam kasus ini, pendiri GSA mengklaim bahwa mengamati perasaan romantis dan seksual yang kuat kerap terjadi di banyak reuni ini. Para ahli memperkirakan bahwa perasaan tabu ini sudah terjadi pada sekitar 50 persen kasus dimana kerabat terasing disatukan kembali sebagai orang dewasa.

Ahli GSA telah menjadi tertarik pada putra yang di adopsinya ketika bertemu dengannya 26 tahun kemudian, namun sayangnya perasaan itu tak terbalaskan.