Perawat hamili pasien lumpuh hingga lahirkan anak laki-laki

SAHMITRA – Nathan Sutherland, seorang mantan perawat ditangkap oleh pihak kepolisian Phoenix, Amerika Serikat pada Januari 2019 dengan tuduhan pemerkosaan dan menghamili seorang pasien perempuan dalam kondisi lumpuh vegetatif yang merupakan salah satu pasien yang berada dibawah pengawasannya di sebuah faskes bernama Hacienda HealthCare. Sutherland akhirnya terbukti bersalah di pengadilan yang digelar pada Desember 2021 dan diganjar hukuman 10 tahun penjara.

Hacienda HealthCare adalah fasilitas nirlaba milik swasta yang menampung pasien yang perawatannya dibayar melalui program Medicaid. Program Medicaid sendiri adalah program kolaborasi antara federal dan negara bagian di AS yang menyediakan kesehatan gratis atau murah untuk warga AS yang berpenghasilan rendah, keluarga dan anak-anak, wanita hamil, orang tua, dan orang cacat.

Sutherland mulai bekerja di Hacienda HealthCare sejak Januari 2012. Dalam form isian latar belakang yang dia tulis, dirinya menyakatan bahwa tidak pernah memiliki catatan kriminal dan tidak pernah menerima tindakan disipliner apapun sebelumnya. Dan setelah dilakukan pemeriksaan latar belakang yang ekstensif oleh pejabat di Hacienda HealthCare sendiri, akhirnya Sutherland ditugaskan ke “Fasilitas Perawatan Menengah – Cacat Intelektual sejak 2014.

Bermula ketika pada akhir tahun 2018, seorang staff di faskes Hacienda HealthCare menelepon 911 dan melaporkan bahwa terdapat seorang pasien lumpuh yang melahirkan, dimana selama itu tidak ada satu pun pihak faskes yang mengetahui mengenai kehamilan tersebut.

Korban adalah seorang perempuan berusia 29 tahun. Berada dalam kondisi lumpuh vegetatif selama 14 tahun karena nyaris tenggelam ketika masih berusia 3 tahun. Dia menderita cacat intelektual akibat kejang yang dia alami di masa kanak-kanak. Dia dapat mengerakan bagian tubuh, leher dan kepalanya, tetapi tidak dapat berbicara. Ketika itu korban didapati tengah dalam kondisi proses melahirkan ketika salah satu pegawai faskes ingin mengganti pakaiannya.

Comatose pregnancy atau kehamilan koma yang diakibatkan oleh kekerasan seksual saat korban tidak sadarkan diri untuk sementara atau permanen, atau mati otak, sangat jarang terjadi namun pernah terjadi sebelumnya di tahun 2015 dengan kasus serupa, yakni pasien koma yang diperkosa dan hamil. Namun kasus ini tidak pernah diproses secara hukum karena keputusan keluarga pasien yang bersangkutan. Kehamilan koma secara medis memiliki risiko yang cukup tinggi dan mengakibatkan permasalah etika yang kompleks bagi keluarga korban.

Menanggapi laporan tersebut, kepolisian Phoenix yang sudah mengantongi surat izin, pada 8 Januari 2019 meminta pihak Hacienda HealthCare untuk menyerahkan sampel tes DNA semua pegawai laki-laki yang bekerja disana. Dengan tujuan untuk menemukan pelaku yang bertanggung jawab telah memperkosa dan menghamili pasien yang dalam keadaan lumpuh total dan tidak berdaya sama sekali.

Sampel DNA bayi laki-laki yang telah lahir dari korban lalu digunakan pihak kepolisian untuk dicocokkan dengan sampel DNA para staff laki-laki di Hacienda HealthCare. Hasilnya test sampel DNA Nathan Sutherland lah yang ternyata cocok dengan bayi tersebut. Sutherland pun segera ditangkap.

Meskipun diawal membantah dan pengacaranya sempat berargumen bahwa tidak ada bukti yang dapat ditunjukkan dimana Sutherland tengah memperkosa korban, namun akhirnya Sutherland mengakui bahwa dia telah memperkosa korban berulang kali selama dia bertugas merawat korban tersebut hingga hamil dan akhirnya melahirkan. Akibat perbuatannya, dia tidak hanya harus mendekam di penjara selama 10 tahun, namun juga dilarang bekerja sebagai perawat seumur hidup, namanya terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual dan berada dalam program pengawasan seumur hidup.

Selain menuntut keadilan pada Sutherland, pihak keluarga korban pun menuntut negara bagian Arizona dengan tuduhan “sangat lalai” dalam memantau, mengawasi, dan menilai pengoperasian Hacienda HealthCare. Dimana pada akhirnya pihak keluarga meraih kesepakatan penyelesaian senilai $ 7,5juta.

Keluarga korban juga melayangkan gugatan hukum terhadap dua orang dokter Hacienda HealthCare yang ditugaskan untuk merawat korban, yakni Dr. Phillip Gear Jr. dan Dr. Thanh Nguyen. Keduanya terbukti gagal dalam melaksanakan kewajiban mereka secara memadai sebagai Primary Care Physician (PCP) atau dokter perawat primer, apakah itu disebabkan oleh rasa bosan, kelemahan fisik, kelelahan atau alasan lain.

Dr. Thanh Nguyen telah mencapai perjanjian kesepakatan dengan keluarga korban yang nilai atau bentuknya dirahasiakan. Sementara Dr. Phillip Gear Jr. secara sukarela telah menyerahkan lisensi kedokterannya dan meraih perjanjian kesepakatan senilai $ 15juta dengan pihak keluarga korban

Tak cukup hanya itu saja dampak kasus ini, beberapa anggota senior Hacienda HealthCare menyatakan pengunduran diri mereka tidak lama setelah beritanya menjadi konsumsi dan perbincangan publik. Termasuk diantaranya adalah CEO Hacienda HealthCare, Bill Timmons, Direktur spesialis terapi, Kerri Masengale, Ketua Dewan yang telah menjabat selama 4 dekade, Tom Pomeroy dan beberapa anggota senior lainnya.

Saat ini bayi laki-laki yang dilahirkan oleh korban telah berusia 3 tahun dan tinggal bersama orangtua korban. Korban juga tidak lagi dirawat di Hacienda HealthCare.