Perempuan hamil di Pakistan memalu kepalanya atas saran seorang dukun untuk dapatkan anak laki-laki

SAHMITRA – Bagi kebanyakan orang di Asia terutama, memiliki anak laki-laki lebih disukai dibadingkan dengan anak perempuan.  Karena kentalnya budaya patriaki yang ada, dimana laki-laki dipersepsikan dan ditempatkan berfungsi produktif, sebagai pencari nafkah yang dianggap bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan rumah tangga dan untuk meneruskan nama keluarga yang sangat dihargai. Sementara perempuan dipersepsikan dan ditempatkan semata-mata berfungsi reproduktif.

Seorang perempuan Pakistan yang tengah mengandung, yang identitasnya sengaja ditutupi untuk melindungi ruang privasinya, telah memiliki tiga anak perempuan dan amat sangat menginginkan anak laki-laki. Perempuan yang tinggal di sebuah perkampungan bernama Peshawar, demi upayanya untuk memastikan bahwa anak yang tengah ia kandung tersebut adalah seorang anak laki-laki lalu menemui seorang dukun.

Prakter perdukunan atau ‘orang pintar’ rupanya sangat umun di negara Pakistan. Orang-orang berbondong-bondong pergi untuk menemui ‘penyembuh’ tidak berlisensi ini untuk mendapatkan pemecahan atas berbagai macam problematika kehidupan mulai dari penyakit kesehatan hingga masalah hubungan dan uang.

Juga berdasarkan rasa takut dan khawatir suaminya akan pergi meninggalkannya apabila anak dalam kandungannya itu lagi-lagi adalah anak perempuan, perempuan hamil ini menemui seorang dukun yang kemudian memberikan kepadanya jampi-jampi yang disebut Taweez oleh orang Pakistan dan sebuah paku. Pun dukun tersebut menyarankan pada perempuan hamil itu untuk memalu kepalanya dengan paku  dengan jaminan anak yang akan dilahirkan adalah anak laki-laki.

Sepulangnya dari rumah dukun tersebut, perempuan hamil itu langsung mempraktekkan apa yang telah disarankan oleh sang dukun yakni memalu kepalanya dengan paku yang telah diberikan kepadanya. Teriak kesakitannya mengejutkan anggota keluarga lainnya yang tinggal serumah dengannya. Rupanya perempuan itu mencoba untuk melepaskan paku tadi dan gagal. Ia pun lalu dibawa ke rumah sakit terdekat dengan keadaan amat kesakitan.

Beruntungnya operasi pengangkatan paku 2 inci yang tertanam di tengkorang kepala perempuan hamil itu berhasil.

“Perempuan itu mengatakan bahwa seorang wanita di wilayahnya melakukan hal yang sama dan melahirkan anak laki-laki meskipun USG menunjukkan anaknya yang belum lahir adalah perempuan,” kata Dr. Haider Suleman Khan, ahli bedah saraf residen di Rumah Sakit Lady Reading, tempat perempuan hamil itu dirawat pada media.

Penyelidikan polisi atas kasus ini sedang berlangsung. Pihak berwenang masih mencari sang dukun untuk diinterogasi. Kepala Polisi Peshawar, Abbas Ahsan mengatakan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut.