Casino88 Online Slot99 Sbobet Slot Sbobet888 Joker1888 88bet Slot39 7mmbet Slot388 Joker138 Joker888

Berita Menarik Dan Unik Dari Dalam Dan Luar Negeri

BeritaMancanegara

Perlakuannya terhadap bocah laki-laki dianggap tidak pantas Dalai Lama akhirnya meminta maaf

SAHMITRA – Minggu lalu viral di semua media sosial sebuah video yang menunjukkan momen di mana Dalai Lama ke-14, pemimpin spiritual Buddhisme Tibet, terlihat mencium bibir anak di bawah umur dan kemudian memintanya untuk ‘ menghisap lidahnya’.

Peristiwa tersebut terjadi pada sebuah acara di bulan Februari di kota Dharamsala, India, di kuil tempat tinggal Dalai Lama ke-14. Seorang anak laki-laki terlihat mendekati Dalai Lama dan bertanya apakah dia bisa memeluknya, jadi pemimpin spiritual itu mengundangnya naik ke atas panggung. Dalai Lama kemudian menunjukkan pipinya dan menyuruh untuk menciumnya: “Pertama di sini”. Masih terus memegang bocah itu, Dalai Lama mengatakan “Saya pikir di sini juga” dan kemudian dia mencium bibir bocah tersebut. “Dan hisap lidahku,” kata Dalai Lama kemudian sambil menjulurkan lidahnya. Bocah laki-laki terlihat menolak namun Dalai Lama masih terus memegang tangannya dan memeluknya sebelum akhirnya melepaskannya turun dari panggung.

Gambar dan video yang beredar di media sosial dengan cepat menjadi trending topik di Twitter dan banyak yang menuliskan komentar dan protes yang terkesan jijik pada apa yang mereka lihat. Dan tidak sedikit yang menilai perlakuan Dalai Lama terhadap bocah laki-laki itu adalah tindakan pedofilia atau kecenderungan atau pelecehan seksual terhadap anak-anak.

“Ini BUKAN candaan yang lucu dan sangat tidak pantas untuk mencium dengan mesra dan mengatakan ‘hisap lidahku’. Sebuah pelukan wajar saja, tapi ini tidak.” Dr. Shola Mos Shogbamimu, seorang aktivis hak-hak perempuan Inggris mengomentari. “Jangan menormalisasi pelecehan terhadap anak-anak. Tidak peduli betapa terhormatnya Dalai Lama, saya tidak setuju dengan seorang anak yang menghisap lidah pria atau wanita dewasa atau siapa pun.”

Menyusul skandal itu, kantor pemimpin Lamaisme mengeluarkan pernyataan permintaan maaf dan menjelaskan keseluruhan situasi. Kantor Dalai Lama mengatakan: “Yang Mulia ingin meminta maaf kepada bocah itu dan keluarganya serta banyak temannya di seluruh dunia, atas luka yang mungkin ditimbulkan oleh kata-katanya. “Yang Mulia sering menggoda orang yang dia temui dengan cara yang polos dan lucu, bahkan di depan umum dan di depan kamera. Dia menyesali kejadian itu.”

Melansir NPR, menjulurkan lidah dipandang sebagai “tanda hormat atau persetujuan” dan merupakan sapaan tradisional Tibet. Tetapi video ini jelas bukan tentang ekspresi budaya apa pun, dan meskipun demikian, ekspresi budaya semacam itu tidak dapat diterima, komentar The M3M Foundation, bagian filantropis dari perusahaan real estate India M3M Group, berbasis di Dharamshala, India. “Dunia memandang para pemimpin agama untuk mengambil sikap dan memimpin melawan eksploitasi dan pelecehan anak melalui tindakan dan kata-kata mereka,”

Pria bernama lengkap Jetsun Jamphel Ngawang Lobsang Yeshe Tenzin Gyatso ini lahir di sebuah desa kecil bernama Taktser di timur laut Tibet. Lahir dari keluarga petani, dia diakui pada usia dua tahun, sesuai dengan tradisi Tibet, sebagai reinkarnasi dari pendahulunya Dalai Lama ke-13. Dalai Lama adalah manifestasi dari Bodhisattva Welas Asih, yang memilih untuk bereinkarnasi untuk melayani rakyat. Dalai Lama berarti Samudera Kebijaksanaan. Orang Tibet biasanya menyebut Yang Mulia sebagai Yeshin Norbu, Permata Pengabul Permintaan, atau sederhananya, Kundun, artinya Kehadiran.

Di usia 15 tahun, Dalai Lama ke-14 dinobatkan sebagai kepala negara setelah tentara Cina menyerbu Tibet pada 1950. Selama sembilan tahun berikutnya, ia berusaha menjauhkan warga Tibet dari China. Namun, upaya itu gagal ketika China menghancurkan pemberontakan rakyat pada 1959. Oleh pemerintah Tiongkok Dalai Lama menjadi incaran dan dianggap memiliki agenda atau tujuan untuk memecah Negeri Tirai Bambu. Dia bahkan mendapatkan julukan ‘serigala berjubah biksu’ oleh Tiongkok.

Khawatir akan hidupnya, biksu muda itu berjalan melalui wilayah Himalaya ditemani oleh rombongan yang beranggotakan 37 orang, dan menyeberang ke pengasingan di India. Di sana, dia mendirikan pemerintahan di pengasingan dan meluncurkan kampanye untuk merebut kembali Tibet. Pada tahun 1989, Dalai Lama ke-14, dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian atas kampanye antikekerasan di Tibet.

Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/7895/1989-nobel-perdamaian-untuk-dalai-lama