Sadis Sekaligus Mengerikan! Remaja 16 Tahun Tega Belah Kepala Ibunya dengan Kapak

Kejahatan yang tidak mengenal tempat dan pelakunya. Siapapun dan dimanapun tempat orang-orang bisa saja berbuat jahat. Entah itu berada didalam rumah ataupun di luar rumah. Jika diri telah dikendalikan oleh nafsu dan emosi, maka kejahatan juga akan terjadi.

Hal inilah yang dilakukan oleh seorang remaja berusia 16 tahun asal Amerika Serikat bernama David Brom. Parahnya, dia tega membunuh seluruh anggota keluarganya lantaran kesal tidak diperbolehkan untuk mendengar lagu favoritenya. Dilansir Kumparan, berikut ulasannya.

  1. David Brom sang pembunuh
Sadis Sekaligus Mengerikan! Remaja 16 Tahun Tega Belah Kepala Ibunya dengan Kapak
Sadis Sekaligus Mengerikan! Remaja 16 Tahun Tega Belah Kepala Ibunya dengan Kapak

David Brom merupakan pria yang lahir pada tanggal 03 Oktober 1971 di Minnesota, Amerika Serikat. David dilahirkan dari kalangan keluarga Katolik yang sangat taat serta menjunjung tinggi nilai keagamaan.

Meskipun begitu, David yang tumbuh berbeda dari anggota keluarganya dapat dikatakan kehidupan remajanya berbanding terbalik dengan kehidupan anggota keluarga lainnya.

Saat remaja, David yang sangat menyukai musik-musik dengan alunan lirik yang nyentrik. Bahkan tak jarang ia mendengarkan musik favoritenya sambil melantunkan lirik yang dianggap melecehkan nilai-nilai agama. Hal ini jelas bertolak belakang dengan latar belakang keluarganya.

      2. 20 Februari 1988

Pada tanggal 20 Februari 1988, David kala itu berusia 16 tahun tengah menggandrungi aliran musik dari salah satu band kesukaannya di sekolah. Namun sayangnya band favoritnya itu kerap menyanyikan lagu dengan lirik yang menghina agama.

Misalnya salah satu lirik yang berbunyi “Christian is so stupid, communism is good!” Mengetahui anaknya kerap mendengar lagu-lagu yang seperti itu, sang ayah menjadi marah besar dan memicu pertikaian keluarga.

David yang tidak tahan lagi dengan omelan ayahnya lantas mengambil sebuah kapak dan langsung menancapkannya ke punggung ayahnya sendiri. Sang ibu yang juga ikut terlibat dalam pertikaian tak lepas dari sasaran amarah anaknya itu.

Entah apa yang merasuki, David langsung mengambil kapak yang sebelumnya digunakan untuk membunuh ayahnya. Setelah itu, David secara keji membelah kepala ibunya dengan kapak.

Sementara kedua saudaranya disekap didalam gudang sebelum akhirnya dipukuli secara membabi buta dengan menggunakan pipa besi sampai tewas mengenaskan.

      3. Bangga telah membunuh

Keesokan harinya, David pergi ke sekolah seperti biasa dengan perasaan santai tanpa menyesali tindakan pembunuhan yang dilakukannya. Tanpa rasa takut dan bersalah, David bahkan merasa bangga bercerita kepada teman-temannya bahwa dirinya membunuh seluruh anggota keluarganya.

Rumor tentang pembunuhan tersebut terus menerus menyebar ke seluruh sekolah sampai akhirnya pihak sekolah yang mewakili oleh para guru memutuskkan untuk melaporkan David ke pihak yang berwajib.

      4. Dipenjara seumur hidup

Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian dengan sigap gegas untuk melakukan penangkapan terhadap David. Remaja 16 tahun itu akhirnya berhasil ditangkap tanpa adanya perlawanan.

Polisi yang melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) menemukan jasad dari ayah, ibu, dan dua orang kakak David dalam kondisi yang mengenaskan. Ketika diinterogasi, David mengakui dan menjelaskan perbuatannya itu.

David tega membunuh seluruh anggota keluarganya karena dipicu oleh sikap sang ayah yang melarangnya untuk mendengarkan kaset musik yang baru saja dibeli.

Setelah menjalani persidangan, hakim memutuskan hukuman penjara seumur hidup kepada David meskipun David masih berusia 16 tahun. Beberapa kuasa hukum David sempat mencoba meminta keringanan hukuman karena menganggap David mengalami kondisi gangguan jiwa.

Akan tetapi, permintaan itu ditolak dan David harus menjalani hukuman penjara seumur hidup di Minnesota Correctional Facility Stillwater.