Setelah Melahirkan di Toilet, Ibu Ini Tenggelamkan Bayinya Sebelum Dikubur

Sahmitra — Seorang ibu di Ukraina diselidiki polisi setelah disebut menenggelamkan bayi yang baru dilahirkan di kotoran manusia sebelum dikubur. Perempuan yang hanya diidentifikasi bernama Hanna ini dilaporkan melahirkan secara diam-diam di toilet sempit yang berada dekat rumah.

Polisi menerangkan, mereka yakin Hanna sengaja membiarkan si bayi jatuh ke dalam kubangan berisi kotoran manusia dan berusaha menyingkirkannya.

Dalam video yang viral di Ukraina, Hanna awalnya berusaha menjelaskan kepada penyidik bahwa perutnya sakit sehingga dia pergi ke toilet. Ibu berusia 35 tahun itu kemudian mengungkapkan bahwa dia sedang duduk setelah menyadari ada yang keluar dari dalam perutnya.

Setelah melahirkan bayi laki-laki, dia mengaku pulang ke rumah dan memotong tali pusarnya. Sementata si bayi yang baru lahir tenggelam dalam kotoran.

Detektif yang menangani kasus itu seperti dikutip Daily Mail Selasa (24/11/2020) yakin, si bayi lahir dalam keadaan hidup sebelum ditenggelammkan. Jasad bayi itu dilaporkan dibiarkan di sana selama satu hari, di mana si ibu meminta bantuan tetangga untuk membantunya menguburkannya di hutan.

Dalam video yang beredar, nampak polisi sampai di gundukan tanah dengan kayu menyilang, yang menjadi tanda dari kuburan si bayi. Si tetangga yang mengaku bernama Ivan menuturkan, Hanna datang kepadanya dan mengaku bahwa dia melahirkan anak yang sudah mati.

“Kepada saya, dia mengaku bahwa anak yang dilahirkannya sudah mati. Jadi dia meminta saya untuk menguburkannya,” jelas Ivan.

Pria 61 tahun itu kepada media Ukraina menuturkan, dia segera mengangkat jenazah anak itu, mencucinya, kemudian membungkusnya. Ivan melanjutkan, mereka segera pergi ke hutan di mana dia menggali kuburan dangkal untuk membaringkan jenazah si bayi baru lahir.

Tetangga Hanna yang lain di Region Sumy melapor ke polisi setelah mengetahui perutnya kempis, sementara tidak ada bayi di rumahnya. Kepala Polisi Distrik Seredyno-Budsky Sergey Titenko menuturkan, pihaknya segera bergerak setelah mendapat laporan dari warga sekitar.

“Berdasarkan keterangan penyidik, perempuan itu melahirkan bayi laki-laki di toilet dan menenggelamkannya di kotoran manusia,” jelasnya.

Tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan pasca-kematian ke mayat anak itu, untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Adapun Hanna dilaporkan sengaja menyimpan rapat-rapat kehamilannya, di mana dia tidak melaporkannya ke otoritas kesehatan setempat.

“Saya tidak ingin anak ini. Saya bahkan tidak tahu siapa ayahnya,” kata dia.

Hanna terancam lima tahun penjara jika terbukti membunuh anaknya.