Tampak Kurang Ramah, Putin Tangkis Serangan Trump terhadap Biden

SAHMITRA — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa dia tidak melihat adanya kejahatan dalam hubungan bisnis masa lalu antara anak calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden, Hunter Biden, dengan Ukraina atau Rusia.

Pernyataan itu dikeluarkan Putin pada Minggu (25/10/2020) sebagaimana dilansir dari Reuters. Komentar Putin tersebut menandai ketidaksepakatannya atas serangan capres Petahana Partai Republik Donald Trump terhadap Biden.

Putin menanggapi komentar yang dikeluarkan oleh Trump dalam debat capres terakhir yang digelar pekan lalu menjelang pemilihan umum AS pada 3 November.

Dalam debat tersebut, Trump menuduh bahwa Joe Biden dan Hunter Biden terlibat dalam praktik tidak etis di Ukraina. Sementara itu, tidak ada bukti yang terverifikasi untuk mendukung tuduhan tersebut dan Joe Biden menyebut tuduhan tersebut adalah palsu.

Putin mengatakan Rusia akan bekerja dengan setiap pemimpin AS, sambil mencatat apa yang dia sebut sebagai “retorika tajam anti-Rusia” dari Joe Biden. Pemimpin Rusia tersebut sempat memuji Trump di masa lalu karena Trump menginginkan hubungan yang lebih baik antara Washington dengan Moskwa.

Putin tampak kurang ramah terhadap Trump dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi Pemerintah Rusia pada Minggu tersebut. Para analis berpendapat bahwa langkah Putin tersebut merupakan upaya untuk mencoba menjilat kubu Biden.

Pasalnya, Putin sempat-sempatnya meluangkan waktu untuk menangkis serangan Trump yang ditujukan terhadap Biden, di mana serangan tersebut adalah masalah dalam negeri AS.

“Ya, di Ukraina dia ( Hunter Biden) memiliki atau mungkin masih memiliki bisnis, saya tidak tahu. Itu bukan urusan kami. Ini menyangkut AS dan Ukraina,” kata Putin. 

“Tapi ya dia punya setidaknya satu perusahaan, yang secara praktis dia pimpin, dan menilai dari semua yang dia hasilkan dengan baik. Saya tidak melihat ada yang kriminal tentang ini, setidaknya kita tidak tahu apa-apa tentang ini (menjadi kriminal),” kata Putin.

Putin juga bereaksi dengan kejengkelan ketika ditanya tentang komentar yang dibuat Trump tentang hubungan Putin dengan mantan walikota Moskwa, dan dugaan pembayaran yang dilakukan kepada Hunter Biden oleh janda mantan walikota.

Putin mengatakan dia tidak tahu apa-apa tentang keberadaan hubungan komersial antara Hunter Biden dan wanita itu. Joe Biden mengatakan tuduhan tentang putranya tidak benar.

Sejumlah badan intelijen AS menyimpulkan bahwa Rusia berusaha ikut campur dalam pemilu AS 2016 untuk mendukung Trump, sebuah tuduhan yang dibantah Moskwa. Rusialga menepis tuduhan badan intelijen AS bahwa Moskwa mencoba ikut campur dalam pemilu tahun ini juga.