Trump Kembali, Staf Gedung Putih Khawatir Tertular Corona

Sahmitra — Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk keluar dari rumah sakit militer Walter Reed meski masih dinyatakan positif Covid-19 memicu kekhawatiran bagi staf Gedung Putih. Mereka menjadi pihak yang berada dalam bahaya jika Trump tidak mematuhi protokol isolasi yang ketat.

Sepanjang pandemi, petugas penjaga Gedung Putih, penjaga pintu, staf dapur, dan anggota Dinas Rahasia AS masih terus bekerja di Gedung Putih yang kini menjadi hotspot penularan virus.

Trump yang masih terinfeksi masih berpotensi menularkan virus. Terlebih dia telah menyatakan diri memiliki sedikit niat untuk mematuhi praktik pencegahan Covid-19.

Hal itu tercermin tak lama setelah Trump tiba di Gedung Putih dari RS Walter Reed pada Senin (05/10) malam. Dia dengan berani melepaskan masker demi berpose di hadapan fotografer Gedung Putih

Melansir Associated Press, Juru Bicara Gedung Putih, Judd Deere mengatakan Gedung Putih ‘mengambil setiap tindakan pencegahan yang diperlukan’ untuk melindungi tak hanya keluarga utama, tapi juga ‘setiap anggota staf di sana’, sesuai dengan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Deere juga mengatakan jika akses fisik ke presiden akan sangat dibatasi. Orang-orang yang berada di dekatnya akan dibekali perlengkapan pelindung.

Kendati demikian, suasana di Gedung Putih saat ini tetap suram dan para staf diliputi perasaan khawatir terpapar virus corona.

Bahkan ketika Trump dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (2/10), para staf tetap tidak kebal dari risiko tertular lantaran ia tetap membawa asisten untuk merekam video dan memotret aktivitasnya selama dirawat.

Juru kampanye tepis kekhawatiran media

Menjawab kekhawatiran tersebut, juru bicara kampanye Trump, Hoga Gidley menepisnya. Gidley merespons kekhawatiran banyak pihak terutama ketika Trump meluangkan waktu keluar dari RS untuk menyapa pendukungnya dari dalam mobil.

Infografis infeksi virus corona Trump

“Menurut mereka, bagaimana dia (Trump) akan pergi? Apakah seseorang akan memberinya kunci (mobil) Buick dan membiarkannya pulang sendiri? Mereka selalu ada di sekitarnya karena itulah tugas mereka,” kata Gidley kepada Fox News.

Associated Press menerima keluhan dari beberapa orang yang mengungkapkan keprihatinannya atas sikap angkuh Gedung Putih dalam menerapkan jaga jarak dan penggunaan masker. Diketahui banyak kolega di Gedung Putih yang marah atas penerapan tersebut, namun tidak banyak yang bisa mereka lakukan.

Sementara itu, Agen Dinas Rahasia AS menolak mengungkapkan berapa banyak stafnya yang dinyatakan positif atau harus menjalani karantina, dengan alasan privasi dan keamanan.

Kate Anderson Brower, penulis buku “The Residence: Inside the Private World of the White House”, mengatakan baru-baru ini dia berbincang dengan tiga mantan karyawan yang menyatakan keprihatinannya tentang kondisi kesehatan pekerja di Gedung Putih. Tapi mereka tidak dapat berbuat apa pun karena terlalu takut untuk berbicara di depan umum.

Juru bicara Ibu Negara, Stephanie Grisham mengatakan “semua tindakan pencegahan telah diambil untuk memastikan kesehatan dan keselamatan staf kediaman”, tapi ia menolak menjelaskan secara spesifik.

Ini bukan pertama kalinya Gedung Putih menghadapi pandemi. Menurut Asosiasi Sejarah Gedung Putih, selama pandemi flu pada 1918, Presiden Woodrow Wilson juga terinfeksi virus, termasuk sekretaris dan beberapa anggota Dinas Rahasia.