Turis asal Rusia terancam jadi gembel karena tidak bisa tarik uang

SAHMITRA – Pulau Dewata, Bali adalah destinasi liburan paling populer bagi turis internasional, termasuk Rusia. Menurut data dari biro statistik, ada sekitar 1.150 orang Rusia yang masuk ke Indonesia pada Januari 2022. Seminggu belakangan, para turis asal Rusia ini mengalami masalah akibat imbas dari invasi militer ke negara Ukrania yang dimulai oleh presiden mereka, Vladimir Putin.

Pada dini hari Kamis, 24 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan “operasi militer khusus” terhadap Ukraina. Sedikitnya 136 warga sipil tewas, termasuk 13 anak-anak, dan 400 lainnya terluka menurut badan PBB pada Selasa, 1 Maret. Seluruh dunia bereaksi dan menentang keras keputusan yang diyakini sebagai serangan terbesar di negara Eropa sejak Perang Dunia II ini.

Sanksi melumpuhkan yang dijatuhkan oleh AS, UE, dan negara lainnya terhadap Rusia tampaknya berdampak tidak hanya pada warga yang tengah berada di negara itu, tetapi juga pada warganya yang saat ini tengah berada di luar negeri.

Melansir dari reuters.com, seorang turis asal Rusia, Konstantin Ivanov mencoba menarik uang dari rekeningnya di salah satu mesin ATM di Bali, transaksi tersebut gagal karena diblokir. Hal yang sama juga dialami oeh turis-turis Rusia lainnya yang tidak dapat melakukan pembayaran di hotel, restoran dan lain-lain dengan menggunakan kartu mereka hingga mereka terpaksa membayar dengan uang tunai. Masalahnya menurut mereka, mereka tidak akan mungkin bertahan dengan uang tunai yang tersisa yang mereka miliki saat ini.

Dan ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Setidaknya ada lebih dari 7.000 orang Rusia yang saat ini terdampar di destinasi  pantai populer di Thailand karena pembatalan penerbangan, mata uang yang terjun bebas dan masalah pemblokiran pembayaran.

Di Kerala dan Goa, India yang merupakan tujuan paling dicari turis Rusia, banyak turis yang dilaporkan kehabisan uang karena mereka tidak dapat mengakses rekening bank mereka.