Viral di TikTok Nenek Buyut 110 Tahun Bawakan Lagu Populer Era Perang Dunia I

Sahmitra.com — Seorang nenek buyut berusia 110 tahun bernama Amy Hawkins menjadi viral dalam semalam di TikTok.

Hawkins menyanyikan lagu populer era Perang Dunia I, It’s Long Way to Tipperary, yang direkam dan diunggah ke TikTok oleh cicitnya, Sacha, pada hari ulang tahun sang nenek.

Sejak itu Sacha yang berusia 14 tahun, telah mencatat ada 100.000 penonton video tersebut. Hawkins, dari Monmouth adalah peformer dan pada usia yang sama dengan cicitnya ia telah melakukan tur keliling Inggris.

Namun, kemudian ibunya melarang ia untuk tampil lagi di atas panggung, karena itu dianggap tidak “terhormat”.

Ibu Sacha, Hannah Freeman, mengatakan reaksi terhadap video di situs media sosial tersebut telah “memulihkan kepercayaan pada kemanusiaan”, seperti yang dilansir dari BBC pada Minggu (31/1/2021).

Hawkins berusia 7 tahun pada akhir perang, sehingga, ia telah menyanyikan lagu-lagu dari era perang sejak saat itu.

“Dia seperti jam, begitu Anda memutarnya dia tidak akan berhenti. Dia terus bertanya, ‘Apakah kamu ingin (cerita) yang lain?’,” kata Freeman, cucunya.

Hawkins sedang tur dengan kelompok tari ketika ibunya melarang dia dari karir seperti itu. Dia sekarang tinggal bersama tiga generasi lain dari keluarganya dan Freeman mengatakan mereka “merasa sangat beruntung” bisa menghabiskan waktu bersama.

” Nenek buyut adalah pusat dari semuanya, kita hanya berputar-putar di sekelilingnya,” kata Freeman.

Aplikasi TikTok yang baru diluncurkan pada 2016 ini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna yang membuat dan membagikan video pendek di platform tersebut.

Freeman mengatakan sang nenek buyut “bercanda” ketika dia menyarankan Sacha harus menampilkannya dalam sebuah video, tetapi mereka “tidak percaya” respons dari netizen.

“Dia brilian,” pujinya.

Dia menambahkan bahwa anak dan nenek buyutnya memiliki “ikatan nyata” dan anaknya “sangat mencintainya”. 

Waktu yang sulit

“Membaca komentar itu, orang-orang menangis, karena mereka merindukan keluarga mereka atau tentang keluarga yang hilang,” katanya.

“Saya pikir itu telah menjadi pelajaran nyata bagi Sacha juga dan telah memulihkan keyakinan saya pada kemanusiaan di saat yang sulit bagi semua orang,” ujarnya.

Sacha mengatakan perhatiannya ada di komentar semua orang tentang “orang-orang yang merindukan keluarga mereka selama Covid-19 dan betapa cantiknya nenek saya”.