Casino88 Online Slot99 Sbobet Slot Sbobet888 Joker1888 88bet Slot39 7mmbet Slot388 Joker138 Joker888

Waspada Mudjima penyerangan secara acak dan tanpa motif yang tengah merebak

SAHMITRA – Seorang pria berinisial AH (26 tahun) berkali-berkali menusuk perempuan  berinisial FD (44 tahun) di Mal Central Park, Jakarta Barat pada Selasa pagi, 26 September 2023. Korban tewas di tempat dengan luka tusuk di leher. Menurut pernyataan pihak kepolisian pelaku memilih korban secara acak dan motif penyerangan tidak dapat dipastikan. Namun polisi menduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Dugaan polisi tersebut dibenarkan oleh pihak keluarga tapi keluarga mengatakan pelaku tidak pernah melakukan penyerangan sebelumnya.

Penyerangan secara acak dan tiba-tiba yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban yang tidak dikenal  juga terjadi sebelumnya di Korea Selatan. Di negara tersebut kejahatan itu disebut dengan Mudjima, yang artinya “Jangan tanya kenapa”.

Pada 21 Juli 2023, Cho Seon pria berusia 33 tahun melakukan penyerangan di dekat stasiun kereta bawah tanah Sillim di Seoul. Korban yang adalah seorang pria berusia 22 tahun ditikam sebanyak 18 kali, sementara tiga pria lainnya berusia 30-an juga diserang. Sebelum penyerangan, Cho mencuri dua pisau. Dia juga menghapus ponselnya dan menghancurkan komputernya untuk menghapus semua bukti.

Menurut laporan pihak kepolisian, Cho yang mengalami kesulitan ekonomi, keluarga yang tidak harmonis, patah hati dan kesenjanggan sosial, kemudian mulai menjalani kehidupan yang tertutup dan membenamkan dirinya dalam game dan komunitas online. Saat ditanyai polisi, Cho menyatakan bahwa dia menjalani kehidupan yang menyedihkan dan ‘ingin membuat orang lain juga menderita’.

Hampir dua minggu setelah penyerangan yang dilakukan oleh Cho, serangan lain yang membuat warga takut untuk keluar rumah kembali terjadi. Pada tanggal 3 Agustus, Choi Won-jong, 22, mencuri mobil ayahnya dan menabrak pejalan kaki di trotoar dekat pusat perbelanjaan di Bundang, dekat stasiun Seoyeon. Berbekal senjata tajam, Choi kemudian berjalan ke pusat perbelanjaan. CCTV menangkap aksi Choi yang menikam sembilan pengunjung pusat perbelanjaan itu. Satu orang tewas dan 14 lainnya terluka.

Menurut laporan, Choi putus sekolah sejak sekolah menengah atas yang bekerja sebagai sopir pengiriman lokal dan telah didiagnosis menderita gangguan kepribadian skizoid. Choi menyatakan bahwa sekelompok penguntit ingin mencelakainya dan korban-korbannya adalah anggota kelompok tersebut.

Dan juga penembakan masal yang dilakukan oleh seorang anak laki-laki berusia 14 tahun di sebuah pusat perbelanjaan mewah di ibu kota Bangkok, Thailand pada 3 Oktober lalu yang menyebabkan sedikitnya dua orang tewas dan lima lainnya terluka diduga kuat juga merupakan kejahatan Mudjima.

Dulu, hanya psikopat yang melakukan hal seperti ini, tapi sekarang kita hidup di dunia di mana orang biasa bisa menjadi pembunuh. Para ahli menunjukkan banyak faktor yang memicu maraknya kejahatan Mudjima di masyarakat belakangan ini. Mulai dari konsidi ekonomi yang tidak stabil, tingkat pengangguran yang tinggi, tingkat kebahagiaan dan harapan yang rendah, hingga stigma seputar masalah kesehatan dan kurangnya layanan dukungan yang memadai.