Wuhan Rayakan Tahun Baru dengan Meriah Ketika Nol Kasus Covid-19 Sejak Mei

Sahmitra — Perayaan Tahun Baru pecah dan jalanan menjadi penuh sesak di kota Wuhan, China, ketika hampir seluruh negara lainnya memberlakukan aturan tinggal di rumah untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Setahun yang lalu pada hari ini, wabah Covid-19 dilaporkan muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei yang kemudian menyebar ke seluruh belahan dunia dan telah membunuh lebih dari 1,8 juta orang.

Namun secara luar biasa, tidak ada lagi laporan kasus baru infeksi Covid-19 di Wuhan sejak 10 Mei, setelah melakukan lockdown paling ketat di dunia 7 bulan lalu.

Dalam pemandangan yang tak terbayangkan di banyak kota di hampir seluruh dunia, penduduk Wuhan pada Kamis malam (31/12/2020) memadati jalan untuk merayakan Tahun Baru.

Banyak yang berkumpul di depan balai kota Wuhan sambil memegang balon. Beberapa mengenakan masker, yang lain menariknya ke bawah atau tidak mengenakannya sama sekali.

Sementara itu, anak-anak muda berdesakan di klub malam. Beberapa mengatakan mereka berhati-hati, tetapi dilaporkan tidak khawatir tertular Covid-19.

Tidak ada kasus sejak Mei

Tampaknya Covid-19 tidak pernah melanda kota ini lagi tahun lalu, setelah melakukan lockdown yang sangat ketat. Kota berpenduduk 11 juta itu ditutup dari seluruh China dalam lockdown yang mengejutkan mulai 23 Januari.

Penghalang jalan didirikan, lalu pesawat, kereta api, dan bus dilarang memasuki kota. Saat itu, telah ada hampir 3.900 dari 4.634 kematian akibat Covid-19 di China terjadi di kota industri.

Namun setelah lockdown dicabut, gambar-gambar yang menunjukkan ratusan orang di festival musik taman air telah muncul.

Kerumunan besar juga terlihat di Wuhan memadati jalan untuk merayakan Halloween. Pada awal Desember, klub malam dibuka kembali yang seketika penuh sesak dikunjungi.

Para ilmuwan percaya bahwa Covid-19 pertama kali berasal dari kelelawar sebelum menyebar ke manusia di Wuhan, mungkin di salah satu pasar basah di kota China.

Teori konspirasi tentang asal-usul Covid-19 tetap ada, dengan digambarkan mungkin virus berasal dari laboratorium Institut Virologi Wuhan. Dalam pesan Tahun Baru, Presiden China Xi Jinping memuji upaya rakyatnya.

“China telah mencatat dengan epik dalam memerangi Covid-19 ketika negara mengutamakan orang dan kehidupan serta memerangi epidemi dengan persatuan dan ketekunan,” ujar Xi.

“Kebesaran ditempa dalam hal biasa. Pahlawan berasal dari para rakyat. Setiap orang luar biasa!”

Memberikan penghormatan kepada petugas medis, dia menambahkan, “Mereka mengumpulkan tetesan kekuatan mereka menjadi kekuatan yang luar biasa dan membangun tembok besi untuk melindungi kehidupan.”

Dalam berita lain, China telah mengonfirmasi kasus pertama dari varian mutan Covid-19 yang baru-baru ini terdeteksi di Inggris.

Pasien pertama di China dengan varian baru virus corona adalah seorang wanita berusia 23 tahun yang terbang ke Shanghai dari Inggris pada 14 Desember, kata Pusat Pengendalian Penyakit China.

Dikatakan kasus itu “menimbulkan potensi ancaman besar” bagi upaya China untuk mengekang dan mengendalikan penyebaran virus corona.

Varian baru virus corona menurut para ahli berpotensi menyebar lebih cepat dari pada yang asli, telah mendorong pembatasan perjalanan di Inggris oleh lebih dari 50 negara.