Tewas Corona Capai 2.360

Korban yang tewas akibat Corona sekarang sudah mencapai 2.360, sampai WHO yang memberikan peringatan keras. Sebab banyak kasus kematian dengan total 2.345 kasus kematian akibat dari corona terjadi di Tiongkok dan kasus lainnya berasal dari luar Tiongkok. Banyak pekerja medis yang memakai baju pelindung untuk merawat pasien di dalam ruang isolasi Rumah Sakit Palang Merah di Wuhan, Tiongkok.

Jumlah korban meninggal akibat dari virus corona hingga Sabtu 22 Februari 2020 kembali meningkat lagi menjadi 2.360 jiwa diseluruh dunia. Dimana 2.345 kasus kematian terjadi di Tiongkok dan 15 kasus kematian lain terjadi di luar kawasan tersebut. Jumlah kasus kematian terbanyak ialah 2.250 orang di Provinsi Hubei.

Penyebaran Virus Corona Tewas

Seperti yang kita tahu, dimana provinsi tersebut memang yang paling dekat dengan wabah dimana kasus kematian pertama kali terjadi (Wuhan). Adapun akumulasi infeksi diseluruh Tiongkok sampai saat ini menjadi 76.288 jiwa. Dengan adanya total 20.659 pasien yang telah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Penyebaran wabah juga makin meningkat hingga ke Timur Tengah. Yang dikutip dari CNN International, Libanon yang mengungkapkan kasus virus corona pertama di negara itu. Menteri Kesehatan Lebanon yang mengatakan pasien itu merupakan seorang wanita berusia 45 tahun yang baru kembali dari kota Qom,Iran.

Hassan, Menteri Kesehatan mengatakan  bahwa semua pelancong yang baru ke kembali dari Iran akan dikarantina selama 14 hari. Sebab, Iran sempat mengumumkan 18 kasus virus corona, dimana empat orang diantaranya meninggal. Dengan  demikian, jumlah kematian akibat wabah corona diluar Tiongkok ini menjadi 15 orang, dimana Iran memiliki 4 korban meninggal, Jepang dengan 3 orang, HongKong dan Korea Selatan bermasing-masing dua sedangkan Taiwan, Prancis, Italia, Filipina masing-masing berjumlah satu.

WHO yang sudah memperingatkan virus corona menimbulkan kekhawatiran yang besar lantaran penularan virus yang terjadi di negara di luar Tiongkok. WHO menyerukan sejumlah negara untuk melanjutkan langkah karantina.

“Langkah mengarantina di Wuhan dan beberapa tempat yang lainnya, mampu menahan penyebaran virus dan dapat membantu pengendalian,” katanya. Wabah itu masih bisa mengarah kemana saja. Oleh karena itu, berbagai negara lainnya perlu bersiap menghadapi segala kemungkinan.

BACA :

Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional

Kemiskinan di Australia? Masyarakat Pengangguran