Dokter dan perawat ini dijuluki pasangan pencabut nyawa pasien di Italia

Dokter dan perawat ini dijuluki pasangan pencabut nyawa pasien di Italia

SAHMITRA – Para dokter dan perawat merupakan tenaga ahi atau profesional yang paling terpercaya dan diandalkan dari tenaga ahli lainnya seperti penata rambut atau guru. Dan berdasarkan jejak pendapat yang dilakukan di Inggris awal tahun ini, pekerja bidang kesehatan ini mengalahkan politisi, agen properti dan jurnalis. Mereka bahkan adalah pihak yang dipercaya dan diberikan wewenang, di beberapa negara yang melegalkan, untuk melakukan tindakan euthanasia, yakni praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan. Yang tentunya atas permintaan dan persetujuan pasien sendiri, keluarga dan pihak berkaitan lainnya.

Namun citra baik dan terpuji para dokter dan perawat tersebut tercoreng oleh kasus yang terjadi di Italia. Dimana seorang dokter ahli anestesi dan seorang perawat, yang juga adalah pasangan berselingkuh ditangkap atas kematian setidaknya delapan pasien dan mungkin puluhan lainnya antara tahun 2011 dan 2014.

Dokter tersebut bernama Leonardo Cazzaniga, berusia 65 tahun adalah mantan dokter di bangsal darurat rumah sakit Soronno yang letaknya tidak jauh dari kota Milan. Sementara sang perawat adalah perempuan berusia 44 tahun bernama Laura Taroni. Pasangan yang diberi sebutan “pasangan setan” oleh pers Italia ini terbukti telah memberikan analgesik dengan dosis mematikan dan anestesi pada pasien yang mereka tangani.

Awalnya Laura yang lebih dulu ditangkap dan pada bulan Februari tahun 2016 dijatuhi hukuman 30 tahun penjara atas pembunuhan Massimo Guerra, suami resminya dan ibunya, Maria Rita Clerici. Massimo Guerra meninggal pada bulan Juni tahun 2013 akibat overdosis insulin yang diberikan Laura dalam jangka waktu yang lama, karena Laura berhasil meyakinkan bahwa suaminya tersebut menderita diabetes.

Dua bulan setelah Laura dijatuhi hukuman 30 tahun penjara, menyusul Leonardo Cazzaniga yang dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Italia karena telah merenggut 10 nyawa, delapan diantaranya adalah pasiennya. Dan juga pembunuhan terhadap ayah mertua Laura, Luciano Guerra.

Di pengadilan, pengacara yang membela Leonardo berargumen bahwa praktik yang dilakukan kliennya telah sesuai dan konsisten dengan perawatan paliatif standar, yakni perawatan pada seorang pasien dan keluarganya yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan cara memaksimalkan kualitas hidup pasien serta mengurangi gejala yang mengganggu, mengurangi nyeri dengan memperhatikan aspek psikologis dan spiritual.

Namun pengacara penuntut melawan argument tersebut dengan menunjukkan bukti bahwa salah satu korban, seorang wanita muda, meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Saronno hanya karena bahu yang terkilir.

Selama penyelidikan, carabinieri, angkatan bersenjata Italia yang juga ditugaskan sebagai kepolisian sipil juga menemukan catatan sekitar 40 kematian yang terjadi di bangsal darurat antara 2011 dan 2014 saat Leonardo bertugas. “Daftar hitam” ini juga mencantumkan nama ayah kandungnya sendiri, yang meninggal pada Oktober 2013 karena penyakit mematikan.

Dipersidangan juga diputar kutipan rekaman percakapan telepon Leonardo dan Laura yang disadap Polisi yang terdengar begitu mengerikan, dimana Laura memberi tahu Leonardo bahwa dia ingin membunuh putranya dan putrinya yang berusia delapan tahun. Menurut salah satu rekannya, Leonardo sering menyebut dirinya sebagai “malaikat maut”. Leonardo juga diduga menggunakan kokain.

Pembunuh mayat dalam koper di Bali yang dideportasi kembali ke AS langsung ditangkap FBI

Pembunuh mayat dalam koper di Bali yang dideportasi kembali ke AS langsung ditangkap FBI

SAHMITRA – Heather Mack berumur 19 tahun dan tengah hamil beberapa minggu ketika dia dan kekasihnya waktu itu, Tommy Schaefer, membunuh ibunya, Sheila von Wiese-Mack di sebuah hotel di Bali ketika mereka tengah berlibur dan memasukkan mayatnya ke dalam sebuah koper. Heather dinyatakan bersalah pada 12 Agustus 2014 dan divonis hukuman 10 tahun penjara di LPP Kelas II A Kerobokan, Bali dengan dakwaan membantu pembunuhan. Sementara Tommy yang dinyatakan bersalah sebagai pelaku pembunuhan divonis 18 tahun di penjara yang sama.

29 Oktober 2021 lalu, setelah menjalani hukuman penjara selama lebih dari tujuh tahun akhirnya Heather bebas. Setelah bebas dia lalu diserahkan ke pihak imigrasi untuk dideportasi. Dan akhirnya untuk pertama kalinya sejak 2014, Heather menginjakkan kakinya kembali ke negara asalnya, Amerika Serikat. Namun begitu mendarat di Bandara Internasional O’Hare Chicago pada hari Rabu (3/11/2021), Heather langsung ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI).

Putri Heather, Stella Schaefer yang telah berusia 6 tahun ikut dideportasi ke AS. Setelah permohonanya pada Divisi Keimigrasian Kemenkum HAM Bali agar puterinya itu tetap diizinkan tinggal di Indonesia ditolak. Ketika Heather dibawa oleh FBI, hak asuh darurat Stella diberikan kepada pengacara Heather di AS.

Heather dan Tommy kini menghadapi tuduhan federal dalam konspirasi melakukan pembunuhan dan menghalangi keadilan. Dalam dakwaan federal pada hari Rabu, jaksa menuduh Heather dan Tommy merencanakan pembunuhan saat masih di AS sebelum melaksanakan eksekusinya di Bali. Atas alasan itulah mengapa meski sudah menjalani hukuman penjara di Indonesia, sekembalinya ke AS Heather langsung dicokot penegak keadilan disana.

Pada tahun 20017 di bulan Januari, Heather sempat memposting 3 buah video di YouTube yang diberi judul “Video Pengakuan”. Heather merekam video itu ketika tengah menjalani hukuman didalam penjara. Dalam video tersebut Heather memulainya dengan membahas pepatah yang berbunyi: “The truth will set you free” yang artinya kebenaran akan membebaskanmu. Kemudian dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia ingin membebaskan dirinya dari segala kebohongan.

Heather menyatakan bahwa dia tidak menyesal telah membunuh ibunya, Sheila. Karena dia meyakini bahwa Sheila telah membunuh ayahnya, James L. Mack di sebuah hotel saat mereka berlibur di Yunani pada tahun 2006. Padahal menurut keterangan resmi kematian James L. Mack adalah akibat emboli paru-paru. Jadi Sheila Menyusun rencana untuk membunuh Sheila di sebuah hotel sebagai balas dendam.

Heather juga mengakui bahwa dia juga yang telah dengan sedemikian rupa menjebak Tommy untuk melakukan pembunuhan terhadap Sheila dengan ancaman dan memanipulasi ponsel Tommy. Alasannya adalah apabila dia yang membunuh Sheila, dia akan kehilangan hak atas semua harta warisan Sheila sebesar US$ 1juta atau sekitar Rp. 130miliar.

Pengakuan Heather tersebut bertolak belakang dengan pernyataan yang diberikan Heather dan Tommy di persidangan. Karena ketika di pengadilan keduanya mengaku bersama-sama memukul Sheila dengan mangkuk wadah buah besar yang terbuat dari logam di Hotel St. Regis di Nusa Dua, Bali. Selain karena hubungan mereka tidak direstui oleh Sheila, Tommy mengatakan bahwa dia juga kesal karena Sheila kerap kali melontarkan sindiran-sindiran berbau rasis terhadap dirinya. Dan ketika Sheila mengetahui tentang kehamilan Heather, Sheila pun marah besar dan memojokkan Tommy hingga akhirnya Tommy nekad memukul Sheila sampai meninggal dunia. Mayat ibunya yang dipukuli habis-habisan itu lalu dimasukkan oleh Heather dan Tommy kedalam koper. Pembunuhan ini menarik perhatian nasional dan internasional selama bertahun-tahun, sebagian karena foto-foto koper yang tampak terlalu kecil untuk menampung tubuh wanita dewasa.

Keluarga dari Sheila Von Weise-Mack berterima kasih kepada FBI atas penangkapan Heather Rabu kemarin untuk menegakkan keadilan. Sementara ibu dari Tommy Schaefer yang hingga kini masih mendekam di penjara Kerobokan, yakni Kia Walker harus menelan pil pahit setelah gagal bertemu dengan cucunya, Stella Schaefer. Kia mengatakan bahwa dia secara rutin dua kali dalam seminggu menelepon Tommy dan anaknya itu mendukung penuh upayanya untuk mendapatkan hak asuh atas Stella, anak Heather dan Tommy. Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun berita di AS, Kia mengatakan bahwa dia selalu menjaga hubungan dengan Stella, dia mencintai Stella dan siap berjuang untuk mendapatkan hak asuh dan memberikan ruang aman untuk Stella.

Namun pengacara Heather bersumpah untuk melawan segala upaya dari pihak manapun yang mencoba untuk mengambil alih hak asuh darurat atas Stella Schaefer yang telah diberikan oleh Heather padanya. Jika terbukti bersalah, Heather bakal menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Dan pertanyaan selanjutnya, apakah perlakuan yang sama akan belaku pada Tommy Schaefer ketika dia bebas dari hukuman di Indonesia nanti?

Aktor kawakan Hollywood, Alec Baldwin tembak kru dengan senjata untuk syuting film

Aktor kawakan Hollywood, Alec Baldwin tembak kru dengan senjata untuk syuting film

SAHMITRA – Alec Baldwin adalah seorang aktor ternama dan kawakan Amerika Serikat yang telah lebih dari tiga dekade malang melintang di dunia perfilman Holywood. Alec adalah yang tertua dari Baldwin bersaudara. Kakak beradik Baldwin yang terdiri dari Alec, Daniel, William dan Stephen yang keempatnya adalah aktor yang sempat berjaya pada tahun 80an. Namun sering disebut–sebut bahwa Alec lah yang paling sukses diantara saudara-saudaranya dan karirnya di dunia perfilman masih bersinar hingga saat ini.

Paman dari Hailey Baldwin, istri penyanyi terkenal Justin Beiber ini mengawali karirinya dengan membintangi sinetron di salah satu saluran televisi di AS. Namanya kemudian mulai melambung setelah berhasil tampil di layar lebar yang disutradarai oleh sutradara ternama Hollywood seperti Woody Allen, Martin Scorsese dan lainnya. Selain film layar lebar, Alec juga bermain di serial televisi. Yang paling terkenal adalah sitcom 30 Rock, dimana dia sukses menyabet dua gelar Emmy dan tujuh penghargaan Screen Actor Guild dalam perannya sebagai Jack Donaghy.

Alec juga beberapa kali tampil di Saturday Night Live dan menirukan Donald Trump dengan nyaris sempurna. Dan Trump sering membalasnya dengan marah-marah di twiter mengungkapkan kekesalannya karena menganggap akting Alec yang sering kali mengejek dan mengkritiknya itu sungguh merupakan akting yang sangat buruk. Namun sebaliknya, karena peran meniru Donald Trump di SNL, Alec mendapatkan penghargaan Emmy-nya yang ketiga.

Peristiwa mengerikan yang memakan satu korban meninggal dunia, yakni seeorang cinematographer bernama Halyna Hutchins ini terjadi di sebuah peternakan di New Mexico utara, di mana Alec dan kru yang lain sedang syuting film baru, Rust. Karakter yang diperankan oleh Alec adalah seorang penjahat dan menggunakan senjata.

Seorang asisten sutradara mengambil salah satu dari tiga pistol yang memang digunakan khusus untuk keperluan syuting, menyerahkannya kepada Alec dan mengatakan kepadanya bahwa senjata tersebut aman untuk digunakan. “Cold Gun!” teriak si asisten sutradara yang menandakan bahwa pistol itu tidak memiliki peluru tajam di dalamnya.

Ketika saatnya Baldwin menembakkan senjatanya, senjata itu malah mengenai Halyna Hutchins, 42 tahun dan sang sutradara, Joel Souza, 48 tahun. Hutchins langsung diangkut menggunakan helikopter ke rumah sakit terdekat namun kemudian meninggal, sementara Souza yang terluka ikut dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans berhasil selamat dari insiden kecelakaan yang mengerikan tersebut.

Pada lokasi syuting, protokol keamanan untuk menggunakan senjata diatur secara ketat. Senjata harus diawasi penggunaannya oleh pembuat senjata berlisensi, para pemeran harus dilatih mengenai keamanan senjata, dan amunisi sungguhan tidak boleh digunakan.

Untuk keperluan syuting film biasanya yang digunakan adalah senjata asli yang diisi dengan peluru kosong dan tumpul, yang notabene tetap berbahaya karena mengandung bubuk mesiu, kartrid dan gumpalan kertas atau lilin, yang meletuskan nyala api dan percikan yang tampak realistis.

“Tidak ada kata-kata untuk menyampaikan keterkejutan dan kesedihan saya mengenai kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Halyna Hutchins, seorang istri, ibu dan rekan kerja kami yang sangat dikagumi,”

“Saya sepenuhnya bekerja sama dengan polisi untuk menyelediki bagaimana tragedi ini dapat terjadi dan saya berhubungan dengan suaminya, menawarkan dukungan saya kepadanya dan keluarganya. Hati saya hancur untuk suaminya, putra mereka, dan semua orang yang mengenal dan mencintai Halyna.” kata Baldwin, 63, dalam sebuah pernyataan Jumat di Twitter.

Ternyata insiden serupa, yakni kecelakaan mematikan dalam lokasi syuting pernah terjadi sebelumnya. Yang paling terkenal adalah insiden meninggalnya anak dari legenda film kung-fu, Bruce Lee yakni Brandon Lee yang meninggal di lokasi syuting pada tahun 1993 karena tertembak. Dan pada tahun 1984, aktor Jon-Erik Hexum juga meninggal di lokasi syuting ketika menembakkan kepalanya dengan pistol yang ternyata berisi peluru ketika tengah mengambil adegan Russian roulette.

Demi nikahi wanita lain pria di India bunuh istri menggunakan ular kobra

Demi nikahi wanita lain pria di India bunuh istri menggunakan ular kobra

SAHMITRA – Pada 1 Oktober 2021, pengadilan di Kollam – India menjatuhi hukuman ganda seumur hidup kepada Sooraj Kumar, pegawai bank lokal berusia 28 tahun. Sooraj terbukti bersalah telah membunuh istrinya, Uthra Sooraj yang berusia 25 tahun. Oleh penyelidik dan pihak kepolisian yang menangani, kasus ini disebut sebagai kasus yang ‘tidak biasa’ karena Sooraj membunuh dengan menggunakan senjata yang juga ‘tidak biasa’ yakni seekor ular kobra yang sangat berbisa.

Alasan yang membuat Sooraj nekad melakukan perbuatan bengis itu adalah agar dirinya bisa menikahi wanita lain dan dicurigai juga karena ingin menguasai harta milik istrinya.

Uthra yang ketika itu tengah berada di rumah kedua orangtuanya, ditemukan sudah tidak sadarkan diri diatas tempat tidur oleh ibunya, Manimeghalai. Uthra langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayang nyawanya tidak dapat terselamatkan. Awalnya kematian Uthra itu dinyatakan sebagai kematian karena kecelakaan digigit ular berbisa.

Kerabat dan tetangga sekitar sangat bersimpati kepada Uthra dan keluarga yang ditinggalkan. Karena ternyata Uthra baru saja sembuh dari gigitan ular ketika dia tinggal di rumah suaminya pada bulan Maret sebelumnya. Karena insiden itu Uthra sakit dan tidak bisa turun dari tempat tidur selama 52 hari.

 

Namun kedua orangtua Uthra langsung mencurigai menantunya, Sooraj karena prilakunya yang mencurigakan. Dan tidak hanya kepada Sooraj, namun juga pada kedua orangtua Sooraj. Sooraj dan kedua orangtuanya terlihat tidak seperti sedang berduka dan terkesan tergesa-gesa untuk menyudahi pemakaman Uthra. Tak hanya itu, Sooraj juga segera ingin menguasai harta benda milik Uthra.

Karena itu, seminggu setelah pemakaman Uthra, Vijayasenan, ayah Uthra melaporkan pengaduan ke kantor polisi terdekat mengenai kecurigaannya atas kematian putrinya yang tidak wajar. Dengan mengatakan bahwa Uthra pernah membeitahu bahwa Sooraj memiliki keahlian menangani ular berbisa. Vijayasenan juga mengatakan bahwa kamar yang ditempati Uthra dan Sooraj memiliki AC dan karena itu tidak mungkin ular dapat masuk dari luar.

Ibu Uthra, Manimeghalai pun menambahkan dengan mengatakan bahwa sebelum masuk ke kamar dan menemukan putrinya sudah tak sadarkan diri, dia melihat Sooraj yang memiliki kebiasaan bangun siang, pagi itu sudah terbangun dan berdiri didepan kamar.

Menindak lanjuti laporan yang dibuat oleh orangtua Uthra, kepolisian melakukan penyelidikan tersembunyi dibalik kematian Uthra yang sedikit rumit karena tidak ada saksi mata. Namun tim kepolisian melakukan pekerjaan yang luar biasa. Antara lain melakukan autopsy atau bedah mayat dan pengujian DNA pada bangkai kobra yang mengigit Uthra dan bekerjasama dengan orang yang ahli ular berbisa.

Hasilnya,  pakar ular berbisa menginformasikan kepada kepolisian bahwa pada gigitan ular berbisa yang karena kecelakaan atau ketidaksengajaan, ular kobra akan meninggalkan tanda sekitar 1,7 cm; sementara pada gigitan yang dipaksakan akan meninggalkan tanda sekitar 2,8 cm pada tubuh korban. Dan dari hasil autopsi Uthra ditemukan 2 bekas gigitan kobra dengan tanda 2,5 cm dan 2,8 cm.

Akhirnya pada 23 Mei, kepolisian menangkap Sooraj beserta Vavarukavu Suresh, pawang ular yang menjual ular untuk membunuh Utrha. Terbongkar bahwa Sooraj telah memasukkan ular kobra kedalam tas dan memaksa kobra tersebut untuk mengigit Uthra yang tengah tertidur sebanyak dua kali untuk memastikan kali ini usahanya tidak gagal lagi. Setelah Uthra benar-benar mati, Sooraj mencuri perhiasan emas Uthra yang kemudian disembunyikan dengan cara dikubur dirumah orangtuanya. Kini, kedua orangtua Sooraj pun ikut terbawa-bawa dalam kasus ini karena  diduga menjadi kaki tangan yang membantu Sooraj dalam upaya pembunuhan Uthra.

Sooraj terbukti melanggar pasal 307 (pencobaan pembunuhan), 302 (pembunuhan), 328 (meracuni), dan 201 (merusak/menghilangkan barang bukti) dengan ganjaran hukuman ganda seumur hidup. Meski demikian, kedua orangtua Uthra merasa hukuman tersebut terlalu ringan dan dikabarkan akan mengajukan banding agar Sooraj mendapatkan hukuman mati.

 

Putera raja Bollywood Shah Ruhk Khan ditangkap terkait narkoba.

Putera raja Bollywood Shah Ruhk Khan ditangkap terkait narkoba.

SAHMITRA – Siapa yang tidak mengenal sosok Shah Rukh Khan? Aktor film, produser dan pembawa acara asal India yang sering disebut sebagai ‘Baadshah of Bollywood’, ‘King of Bollywood’ atau ‘King Khan’ ini memerankan lebih dari 80 film Bollywood dan telah mengantongi banyak sekali penghargaan dalam dunia perfilman India.

Meski usianya tidak lagi muda, yakni 65 tahun, raja Bollywood yang masih terlihat tampan dan berkharisma ini memiliki penggemar setia dengan jumlah yang signifikan, tidak hanya di India saja namun di seluruh dunia. Jadi tidak mengherankan apabila dia termasuk dalam daftar orang-orang India yang memiliki pengaruh di dunia.

Pada tahun 1991, Shah Rukh Khan menikahi Gauri Chibber yang kini Gauri Khan, dalam sebuah upacara pernikahan Hindu tradisional setelah selama enam tahun menjalin hubungan asmara. Dari pernikahan yang bertahan hingga kini, mereka dikarunia 3 orang anak. Putra pertama yang lahir tahun 1997 bernama Aryan, seorang puteri yang diberi nama Suhana yang lahir tahun 2000 dan putra kedua dan yang paling kecil lahir tahun 2013 melalui ibu surogasi bernama Abram.

Selama karirinya di Bollywood, tidak banyak terdengar berita miring atau skandal yang membawa-bawa nama SRK. Kecuali isu tuduhan perselingkuhannya dengan Priyanka Chopra, mantan Miss World tahun 2000 dan artis Bollywood yang juga merambah ke Hollywod dan kini telah menikah dengan salah satu dari anggota band musik keluarga asal AS, The Jonas Brothers, yakni Nick Jonas.

Sampai akhirnya minggu lalu, tepatnya 4 Oktober 2021, tersebar kabar berita bahwa putra pertama Shah Rukh Khan ditangkap pihak kepolisian India terkait penggunaan narkoba. Dan berita tersebut dikonfirmasi Pengadilan Mumbai yang telah memberi Biro Pengendalian Narkotika wewenang untuk menahan Aryan Khan hingga 7 Oktober sehubungan dengan penggerebekan di pesta di atas kapal pesiar.

Biro Pengendalian Narkotika India melaporkan telah menahan delapan orang setelah menggeledah sebuah kapal pesiar yang digunakan untuk berlangsungnya pesta selama 2 hari dan menemukan beberapa dokumen dan beberapa bahan, yang diduga narkoba, setelah pencarian selama lebih dari enam jam di dalam kapal tersebut , kata pejabat Biro Pengendalian Narkotika India.

Penyidik ​​menyita 13-gram kokain, 5-gram MD, 21-gram charas dan 22 butir ekstasi. Juru bicara SRK tidak bersedia memberikan keterangan apapun, tapi seorang pengacara dari salah satu orang yang juga ditangkap menyatakan bahwa terdapat tuduhan penggunaan narkoba namun tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.

Namun Biro Pengendalian Narkotika India mengklaim di depan pengadilan kota bahwa materi yang “mengejutkan dan memberatkan” telah ditemukan dalam obrolan WhatsApp Aryan Khan dengan 2 orang lain yang mengindikasikan perdagangan narkoba internasional. Dimana Aryan Khan membahas cara pembayaran untuk pengadaan obat-obatan dan beberapa kode-kode yang biasa digunakan.

Ditengah-tengah pemberitaan media yang bertubi-tubi atas kasus narkoba yang melibatkan puteranya, para penggemar dan pendukung setia SRK membanjiri media sosial dengan dukungan moral untuk raja Bollywood tersebut agar tetap kuat dan semangat menghadapi situasi saat ini.

Dicap ibu terburuk karena minta jatah bulanan

Dicap ibu terburuk karena minta jatah bulanan

SAHMITRA – Di beberapa negara di Asia, anak yang telah melewati usia remaja namun masih tinggal dirumah orangtua adalah sesuatu yang sangat wajar dan lumrah. Contohnya di budaya ketimuran orang Indonesia. Orangtua akan membiarkan atau lebih memilih  anak-anaknya yang belum menikah, terutama anak perempuan, untuk tinggal bersama dirumah sampai akhirnya mereka memiliki keluarga sendiri. Dan bahkan tidak sedikit juga yang meskipun sudah dewasa dan sudah berkeluarga sekalipun masih tetap tinggal atau menumpang di rumah orangtua mereka. Tentunya dengan berbagai macam alasan seperti masalah ekonomi dan finansial, tradisi atau kondisi tertentu yang memaksa mereka tetap harus tinggal dan lain-lain.

Berbeda hal nya dengan di negara Eropa seperti Denmark, Belgia dan Italia, rata-rata usia orang keluar dari rumah orangtua mereka adalah di usia 19-26 tahun. Sebuah penelitian memprediksi apabila seseorang terlalu lama tinggal dirumah orangtua mereka, dampak negatif yang ditimbukan adalah orang tersebut cenderung ‘tertinggal’. Dengan kata lain mereka tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, disaat bersamaan seperti orang lainnya. Orang tersebut telah ‘gagal’ dalam fase transisi memenuhi peran sebagai orang dewasa.  Dampak negatif lainnya adalah mereka menjadi ‘beban’ bagi orangtua.

Seorang ibu di Amerika Serikat menceritakan pengalamannya seusai berbincang dengan anak perempuan yang masih tinggal dirumah. Dia justru merasa tertekan karena putrinya menolak mentah-mentah permintaannya untuk berkontribusi dengan menyetor sejumlah uang yang dianggap layak setelah putrinya tersebut diterima bekerja.

Putrinya yang telah genap berusia 17 tahun ini mendapatkan upah US$ 17,176 atau Rp. 245juta per tahun dari pekerjaannya. Namun menolak dan bersikap seolah ia adalah seorang ibu yang jahat karena meminta kontribusi sebesar US$ 237 atau Rp. 3,4juta per bulan yang mencakup didalamnya adalah tempat tinggal, makanan, pakaian bersih, air panas, tumpangan mobil untuk pergi ke kantor dan kemanpun yang putrinya itu inginkan.

Ibu ini juga menceritakan lebih jauh, alih-alih turut menyumbang, putrinya itu malah memilih menghamburkan uang dengan memesan makanan online setiap hari daripada memasak sendiri dan menabung untuk memberi IPhone terbaru.

“Dengan sikapnya yang seperti sekarang, anak itu akan benar-benar menyulitkan dirinya sendiri di tahun-tahun mendatang. “ Salah satu yang mengomentari pengalaman ibu ini.

“Anak itu terdengar sangat manja dan dia jelas butuh pelajaran tentang kemandirian dan tanggung Jawab.” Komentar ibu yang lain.

Tapi tidak sedikit yang membela sang putri dengan berkomentar: “Bagaimana bisa seorang ibu meminta anak berusia 17 tahun membayar sewa untuk tinggal dirumahnya sendiri? Anda seharusnya tidak usah punya anak kalau tidak mampu membiayai.”

Singkatnya orang-orang yang telat hidup mandiri sering dicap sebagai orang-orang yang manja, pemalas dan serakah. Namun ibarat selalu ada dua sisi dalam satu koin uang, ada penelitian lain yang mengungkapkan bahwa orang-orang yang tinggal dengan orangtua lebih lama memiliki hubungan dan koneksi yang lebih erat sehingga menimbukan rasa tanggung jawab mutual lebih tinggi dan memberikan waktu bagi anak tersebut untuk ‘mengumpulkan modal’.

 

 

 

Model di album band Nirvana layangkan gugatan pelecehan seksual

Model di album band Nirvana layangkan gugatan pelecehan seksual

SAHMITRA – Bagi anda yang lahir di era 90’an pastinya mengenal band asal Amerika Serikat, Nirvana. Band yang mengusung genre music grunge, beranggotakan vokalis mendiang Kurt Cobain, drumer Dave Grohl dan basis Krist Novoselic ini sangat populer pada masanya dan bahkan melegenda sampai saat ini.

Single pertama dari album kedua mereka Nevermind yang rilis tahun 1991, “Smells Like Teen Spirit”, meledak dan disebut sebagai sebuah kesuksan yang tidak terduga bagi Nirvana sendiri. Album ini terjual 400.000 eksemplar hanya dalam kurun waktu seminggu di Amerika Serikat saja. Dan tidak hanya album dan lagu-lagunya saja yang mendunia, namun sampul atau cover dari album Nevermind sendiri menjadi salah satu gambar ikonik sepanjang masa. Yaitu gambar seorang bayi laki-laki yang tengah berenang didalam air tanpa pakaian dengan selembar mata uang Dollar Amerika tidak jauh darinya.

Lalu, 30 tahun kemudian, Spencer Elden, bayi laki-laki yang menjadi model sampul album Nevermind milik Nirvana tersebut baru-baru ini melayangkan gugatan dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak kecil. Spencer dikabarkan menuntut banyak pihak seperti rumah produksi yang merilis atau menditribusikan album tersebut dan juga termasuk anggota band yang hingga kini masih hidup, Grohl, Novoselic dan janda Cobain, Courtney Love.

Spencer menuduh para terdakwa memproduksi pornografi anak dengan gambar yang menampilkan dia berenang telanjang dengan bagian tubuh sensitifnya terlihat. Gugatan itu berisi tuduhan bahwa para terdakwa mengeksploitasi seksual anak untuk tujuan komersial terhadap Spencer sejak dia masih di bawah umur hingga hari ini. Bahwa para terdakwa dengan sengaja memproduksi, memiliki, dan mengiklankan pornografi anak komersial yang menggambarkan Spencer.

Dia menuntut ganti rugi materi setidaknya sebesar US$ 150.000 dari masing-masing 15 terdakwa. Para terdakwa belum menanggapi gugatan itu atau mengomentari secara publik. Spencer, yang berusia empat bulan ketika gambar itu dibuat, mengatakan bahwa selama ini dia menderita “kerusakan seumur hidup”, tekanan emosional yang ekstrem dan permanen dengan manifestasi fisik, dan alasan lainnya.

Spencer mengatakan bahwa gambar itu menurutnya mengandung unsur seksual, dan membuat citra dirinya seperti ‘pekerja seks – meraih uang dollar.’ Spencer mengaku tidak pernah dibayar untuk tampil di sampul, dan bahwa orang tuanya tidak pernah menandatangani apapun.

Saat berita ini muncul, banyak orang berpendapat bahwa Spencer hanyalah seorang putus asa dan kehabisan akal yang memanfaatkan situasi demi uang. Dan mengingat hal ini bukanlah upaya yang pertama kali bagi Spencer untuk mendapatkan keuntungan dari dirinya yang tampil di sampul album band legenda Nirvana. Beberapa wawancara dengan surat kabar dan majalah ternama di Amerika Serikat pernah dilakukan Spancer sebelumnya.

“Sepertinya sangat keren menjadi bagian dari sesuatu yang begitu besar dan penting namun aku tidak bisa ingat apapun tentang hari itu.” Ungkap Spencer pada surat kabar New York Post pada perayaan ulangtahun ke 25 album Nevermind. Bersama majalah Rolling Stone, Spencer juga pernah ‘membuat ulang’ gambar sampul yang ikonik tersebut ketika usianya 10 tahun.

“Saya masih berkomunikasi dengan Spencer. Saya selalu berpikir bahwa kelak Spencer beranjak remaja dia akan membenciku. Tapi nyatanya tidak. Spencer bertentangan dengan gambar tersebut karena dia merasa semua orang mendapatkan keuntungan materi dari gambar tersebut namun dirinya sendiri tidak. Saya pikir dia layak mendapatkan sesuatu. Tapi selalu pihak yang memproduksi dan menditribusikan album yang mendapatkan uang dari gambar itu.” Kirk Weddle, juru foto yang mengambil gambar Spencer mengatakan pada The Guardian pada wawancara tahun 2019.

Negara kacau, presiden Afghanistan kabur ke Dubai

Negara kacau, presiden Afghanistan kabur ke Dubai

SAHMITRA — Seperti pepatah populer dari buku komik Spider-Man yang ditulis oleh penulisnya Stan Lee, ‘With great power there must also come great responsibility” – yang artinya sama seperti barangsiapa memegang kekuasaan tertinggi begitu pula tanggung jawabnya. Namun sepertinya pepatah itu tidak berlaku pada Ashraf Ghani, mantan presiden Afghanistan ini malah kabur meninggalkan negara yang dia pimpin ditengah-tengah kisruh penyerangan Taliban dan kekacauan pasca Joe Biden menarik semua tentaranya untuk kembali pulang ke Amerika Serikat.

Menurut salah seorang pengawal istana kepresidenan kepada Fox News, keputusan itu dibuat dengan cepat dan tanpa bantuan dari AS dengan alasan ingin menghindari pertumpahan darah setelah Taliban mengepung ibu kota dan berhasil merebut semua kota hanya dalam 10 hari.

Dengan helikopter berisi uang tunai sebanyak $169juta atau sekitar  Rp. 2.434.445.000.000 beserta empat buah mobil yang akhirnya terpaksa harus meninggalkan beberapa dari uang tersebut karena sudah tidak ada tempat, Ghani melarikan diri ke Dubai setelah mendapatkan suaka dari Dubai dengan alasan ‘kemanusian’.

Sebelum itu ada laporan yang mengatakan bahwa Ghani kabur ke Uzbekistan, mengutip sumber dari kedutaan besar Rusia. Juga di klaim, Ghani terbang ke Tajikistan, tetapi dialihkan ke Oman setelah izin mendaratnya ditolak oleh pejabat Dushanbe. Dan kedutaan besar Afghanistan di Tajikistan yang dikabarkan menolah Ghani itu telah menurunkan foto Ghani dan menggantinya dengan foto wakilnya, Amrullah Saleh.

Tidak seperti Ghani, Saleh tetap tinggal dan kembali ke kampung halamannya di lembah Panjshir, satu-satunya wilayah yang belum ditaklukan oleh Taliban, dan mengumpulkan pasukan untuk melakukan perlawanan.

Meski Taliban bersikeras menyatakan bahwa mereka sudah berubah dan tidak akan memaksakan pembatasan kejam yang sama seperti terakhir kali mereka memerintah Afghanistan, namun banyak warga Afghan yang sangat meragukan pernyataan mereka tersebut. Karena itulah kekacauan pun terjadi di bandara Hamid Karzai di Kabul dimana ribuan warga Afghanistan mencoba melarikan diri. Dan banyak lainnya yang bersembunyi di dalam rumah mereka, ketakutan setelah penjara dan gudang senjata dikosongkan selama Taliban menyerang.

” Mereka mencoba memasukkan empat mobil penuh dengan uang ke dalam helikopter, tetapi tidak semuanya muat. Dan sebagian dari uang itu lalu dibiarkan tergeletak di aspal’. Nikita Ishchenko, juru bicara kedutaan Rusia di Kabul, mengatakan.

Perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin di Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan tidak jelas berapa banyak uang yang ditinggalkan oleh presiden yang melarikan diri itu.

‘Saya berharap pemerintah yang melarikan diri tidak mengambil semua uang dari APBN. Ini akan menjadi landasan anggaran jika ada yang tersisa,” kata Kabulov kepada stasiun radio Ekho Moskvy di Moskow.

 

 

Meski dicibir orang nenek 61 tahun pacari pemuda 24 tahun.

Meski dicibir orang nenek 61 tahun pacari pemuda 24 tahun.

SAHMITRA — Pasangan yang berbeda usia 37 tahun ini pertama kali bertemu pada tahun 2012 di restoran cepat saji Diary Queen di Georgia, Amerika Serikat tempat Quran McCain yang ketika itu baru berusia 15 tahun bekerja. Putra dari Cheryl McGregor adalah manajer di restoran tempat Quran bekerja. Karena itulah Cheryl sering mampir untuk mengunjungi putranya atau sekedar untuk makan. Namun tidak ada ketertarikan atau hubungan spesial diatara keduanya karena Quran masih dibawah umur.

Suatu ketika Quran berhenti bekerja di restoran cepat saji itu, dan mereka pun lalu hilang kontak. Sampai akhirnya November tahun lalu keduanya kembali dipertemukan ketika Quran pergi ke sebuah toko serba ada dan menemukan Cheryl bekerja disana sebagai kasir.

Cheryl yang saya kenal adalah seorang yang selalu ceria dan bahagia. Tapi hari itu dia terlihat sedih, lalu saya bertanya padanya apa yang terjadi dan dia langsung menangis. Quran menceritakan.

Ternyata yang membuat Cheryl bersedih adalah karena vidio dirinya berjoget yang diunggah di akun Tik Tok miliknya malah dihujani oleh komentar- komentar jahat yang melukai perasaannya. Dan Quran yang saat itu ada disana, mendengarkan dan  membuatnya merasa lebih baik.

Sejak itu keduanya menjadi dekat dan akhirnya kedekatan itu tumbuh dengan cepat menjadi sebuah hubungan romantis dan seksual. Keduanya merasa yakin mereka memiliki koneksi secara spiritual yang kuat dan merupakan pengalaman seksual terbaik yang pernah mereka alami. Mereka bahkan tidak ragu-ragu ataupun merasa malu untuk memamerkan kemesraan mereka di situs web khusus dewasa, OnlyFans mereka meskipun hujatan dan cibiran orang-orang terus berdatangan.

Untuk urusan di tempat tidur, Quran kerap kali melemparkan pujian dan mengatakan bahwa bercinta dengan perempuan seusia Cheryl memang tidak ‘biasa’ namun memiliki sensasi tersendiri. Ia mengakui Cheryl sangat berpengalaman dan paham betul apa yang dilakukan.

“Meski umur kami terpaut jauh, Cheryl memiliki jiwa dan hati yang muda.”

“Pandangan yang sangat salah terhadap saya adalah ketika orang pikir saya hanya memanfaatkan Cheryl dan menantikan Cheryl menuliskan nama saya di surat wasiatnya.” Jelas Quran

Cheryl yang berusia 61 tahun, yang hanya 6 tahun lebih muda dari nenek Quran dan memiliki seorang putri paling muda yang 3 tahun lebih tua dari Quran itu  membela pernyataan Quran tadi dengan menjelaskan betapa tulus dan sangat perhatian Quran terhadap dirinya. Dia mengatakan juga bahwa apa yang dia miliki dengan Quran tidak pernah dia dapatkan dengan laki-laki manapun sebelumnya.

“Tidak ada yang bisa menerima hubungan kami. Semua orang pikir ini hanya lelucon dan permainan belaka. Bahkan beberapa dari 7 orang anak-anak Cherly menolak dia karena bertunangan dengan laki-laki yang jauh lebih muda darinya dan berkulit hitam.

Kenyataan itu sangat melukai hati Cheryl terlebih karena dia tidak membesarkan anak-anaknya untuk menjadi orang-orang seperti itu.”

Kini sepasang kekasih ini bertekad untuk menghiraukan kebencian yang tertuju pada mereka dan akan terus mengunggah foto-foto atau vidio-vidio kemesraan mereka di setiap akun media sosial yang mereka miliki. Karena mereka menemukan bahwa hubungan mereka yang dinilai ‘tidak biasa’ itu ternyata menarik perhatian banyak orang. Bahkan tidak sedikit dari orang-orang yang pada awalnya mengkritik atau yang hanya penasaran, sekarang malah menjadi pengikut setia mereka dan menghasilkan banyak keuntungan bagi pasangan ini. Hal itu terbukti dengan salah satu vidio yang menampilkan mereka tengah berjoget diiringi lagu rap yang mereka unggah di salah satu platform media sosial mereka telah ditonton oleh ratusan bahkan ribuan orang.

Nyetir sambil mabuk dan karena bosan, pria ini tabrak ibu dan anak gadisnya.

Nyetir sambil mabuk dan karena bosan, pria ini tabrak ibu dan anak gadisnya.

SAHMITRA — Dengan sebatang rokok yang terselip diantara bibirnya dan tanpa sedikit pun menunjukan rasa penyesalan, Scotty Roe, pria 39 tahun asal Inggris ini mengacungkan jari tengahnya pada para wartawan yang langsung menyambutnya begitu dia keluar dari gedung persidangan.

Di pengadilan, Scotty mengaku bersalah atas dua tuduhan yaitu menyebabkan cedera serius karena mengemudi dengan berbahaya dan mengemudi dalam keadaan mabuk. Saat diperiksa melalui test darah, pihak rumah sakit menyatakan bahwa kadar alkohol dalam tubuh Scotty ketika itu melebihi batas hukum.

“Manuver yang anda lakukan adalah sangat berbahaya dan tidak diragukan lagi penilaian anda telah dikaburkan oleh jumlah alkohol yang anda konsumsi.

“Kecepatan anda pun melebihi batas, diperkirakan dua kali lebih cepat dari batas kecepatan yang ditentukan pada area tersebut.

“Dan konsekuensi dari keputusan anda yang berbahaya, korban-korban mengalami luka dan kerugian yang serius.”

Akhirnya pada 6 Agustus kemarin, Scotty dijatuhi hukuman kurungan 16 bulan, diskors selama 18 bulan, diperintahkan untuk melakukan 150 jam kerja sukarela. Dia pun menerima ganjaran dilarang mengemudi selama empat tahun dan wajib bayar denda £ 535 (Rp. 11juta).

13 Juli 2020 lalu Scotty terlibat dalam sebuah kecelakaan yang mengakibatkan dua korban terluka parah. Selain terbukti melanggar hukum karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol, kepada polisi pada saat kecelakaan terjadi, Scotty mengakui bahwa dirinya ‘bosan menunggu’ mobil didepannya yang berjalan sangat lambat. Atas alasan tersebut dia lalu tancap gas dan menyalip mobil tersebut. Namun karena ketika itu hujan dan berkabut, dia pun kehilangan kendali dan alhasil menabrak mobil lain yang ditumpangi oleh Chelsea Sidwell, 19, dan ibunya Kerri Merridew, 39.

Di akun Instagramnya @scottroey belakangan kerap memposting betapa tidak perdulianya dia.

Chelsea dan Kerri bahkan harus terperangkap dan menahan kesakitan di dalam rongsokan mobil selama dua jam lamanya sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara Scotty berhasil selamat tanpa satu pun luka serius.

Akibat dari kecerobohan dan arogansi Scotty itu, Chelsea menderita patah lutut kiri, pergelangan kaki dan jari kaki serta kerusakan ligament dan harus berada di kursi roda selama tujuh minggu. Sementara ibunya, Kerri mengalami remuk di panggul, lutut kanan terkilir dan memar parah pada bahu. Dan karena luka-luka dan cidera yang Kerri alami, dia terpaksa harus kehilangan pekerjaannya.