Berniat Berbuka Puasa Bersama, Bocah 4 Tahun Ini Jadi Korban Penembakan dengan Kondisi Seperti Ini

Seorang gadis berusia empat tahun kini sedang terbaring dirumah sakit dalam kondisi yang sangat kritis. Anak kecil itu menjadi korban tembakan saat tengah berbuka puasa bersama keluarga di Yerusalem, Israel, pada Rabu (20/05/2020).

Keluarga Rafif al-Qarain mengatakan gadis kecil itu langsung di bawah ke Rumah Sakit Hadassah Ein Karem, selepas insiden.

“Kami duduk bersama dan tiba-tiba peluru mengenainya di depan semua orang,” kata seorang kerabat.

“Kami membawanya ke rumah sakit segera. Saya berharap dia selamat dan tetap hidup,” tambahnya.

Selain gadis berusia empat tahun ini, insiden lain juga ada terjadi di Yerusalem pada hari yang sama pula. Seorang bocah yang masih berusia 3 tahun terluka dalam peristiwa perampokan di toko ayahnya.

Para penduduk sekitar menuntut polisi dengan segera untuk mencari pelaku buronan penembakan itu. Pasalnya, kasus ini bukan menjadi insiden yang pertama terjadi di toko tersebut.

Viral Foto Perawat Rusia Hanya Pakai Bikini di Balik APD Tembus Pandang

Seorang perawat wanita disebuah rumah sakit di Tula, Rusia mendadak menjadi viral setelah bekerja tanpa mengenakan apapun kecuali pakaian dalam yang terlihat dibalik pakaian APD (Alat Pelindung Diri) yang sangat tembus pandang.

Foto perawat yang menjadi viral setelah diunggah di media sosial Twitter oleh Tulskie Novosti pada Selasa (19/05).

Foto itu memperlihatkan perawat yang hanya menggunakan pakaian dalam di balik pakaian pelindung yang tembus pandang, lengkap dengan sarung tangan, kacamata dan membawa nampan yang penuh dengan obat-obatan yang akan diberikan kepada pasien.

Foto tersebut diambil di rumah sakit regional untuk penyakit menular di Tula, kota besar di wilayah Tula, 193 kilometer selatan Moskow.

Para pasien yang melihat perawat dengan tampilan seperti itu tidak keberatan, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak melihatnya sekilas.

Viral foto seorang perawat yang hanya mengenakan pakaian dalam di balik APD-nya.[Twitter/@newstula]

Sebuah sumber mengatakan perawat muda ini memutuskan untuk berpakaian seperti itu karena dirinya merasa kepanasan saat mengenakan pakaian pelindung seharian. Namun sang perawat ternyata tidak sadar bahwa APD yang dikenakannya tembus pandang.

Foto perawat ini pun langsung menjadi berita utama di Rusia dan menjadi perhatian otoritas medis setempat. Kementerian Kesehatan Rusia langsung menegur perawat ini karena telah melanggar pedoman.

“Perawat tersebut diingatkan tentang perlunya mematuhi persyaratan sanitasi pakaian dan penampilan,” kata kementerian dikutip dari Russian Today.

Pendapat berbeda justru dibelikan oleh mayoritas masyarakat yang memihak pekerja medis itu dengan memberikan dukungan pujian terhadap aksinya tersebut.

“Bagus sekali!” fakta bahwa dia mempertaruhkan hidupnya, tidak ada yang berterima kasih padanya untuk itu! Dan ketika itu terjadi (hanya mengenakan bikini) langsung ditegur, Itulah Anda! ” kata seorang warganet.

Sedangkan yang lainnya berkomentar bahwa perawat ingin membuatnya lebih nyaman ketika merawat pasien, bukan untuk pamer, seharusnya admin rumah sakit yang harus disalahkan.

Sebagai garda terdepan dalam menangani pasien virus corona, seorang perawat memang diharuskan mengenakan alat pelindung diri (APD) yang berlapis-lapis. Mulai dari pakaian pelindung, masker, kacamata, sepatu khusus, dan masih banyak lagi.

Tak Cukup Membeli Masker, Gunakan Ini untuk Lindungin Wajah

Tak Cukup Membeli Masker, Gunakan Ini untuk Lindungin Wajah

Negara India saat ini sudah menjadi salah satu negara di Asia dengan kasus Virus Corona terbanyak, bahkan sudah melewati China. Sebagai salah satu upaya untuk menekan penularan, lockdown diterapkan dinegara tersebut.

Salah satu upaya untuk menjaga aturan lockdown tetap dijalankan, para aparat negara India dikerahkan. Ada juga kejadian unik terjadi saat pengawasan yang dilakukan oleh Polisi India.

Seorang pemuda di India membuat selembar uang Rupee menjadi maskernya. Kejadian tersebut terjadi didekat Blok L Shastri Nagar di Meerut pada hari Sabtu (16/05/2020).

Dua orang pemuda yang bernama Amir dan Mehboob yang mengendarai motor di Meerut, yang satu menutupi wajahnya dengan saputangan dan yang lain tanpa masker setelah bertemu dengan beberapa polisi di jalan.

Seorang pemuda yang tidak menggunakan masker, segera mengeluarkan uang kertas 10 rupee dan menempelkannya di mulut sebagai masker wajah yang inovatif. Melihat kejadian tersebut, polisi justru memberi hadiah pada mereka yakni dua masker wajah dan sebuah FIR atau surat tilang.

Petugas Circle of Civil Lines, Sanjeev Deshwal, mengatakan kepada TOI,

“Ketika melihat dua pemuda tersebut saya sedang bertugas. Yang depan mengenakan saputangan. Ketika polisi melihat pembonceng, ia dengan cepat menempelkan uang 10 rupee untuk menutupi mulutnya.”

Sumber kepolisian mengatakan bahwa kedua pemuda itu justru bekerja sebagai pekerja kontrak di kota Meerut.

Ketika ditanya tentang aksinya itu, Amir justru curhat sebab dirinya tidak memiliki cukup uang untuk membeli sebuah masker.

“Masker seharga 40 Rupee dan saya hanya punya 10 Rupee. Jadi, saya menggunakannya sebagai topeng. Kami tinggal di daerah Parikshitgarh di kabupaten itu dan datang ke kota untuk mengambil gaji dari majikan kami.” jelasnya.

Amir menambahkan bahwa dirinya sekarang lebih bersyukur bisa mengenakan masker yang diberikan oleh polisi daripada uang kertas 10 rupee.

Disebut sebagai Lockdown Matahari, Ini Fakta Siklus Bintik Matahari

Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin menerangkan aktivitas matahari saat ini sedang ada di fase minimum. Fase yang terjadi periodik sekitar sebelas tahunan ini sedang diperbincangkan sebagai fenomena lockdown matahari.

Thomas mengatakan, fase minimum matahari ditandai dengan siklus jumlah bintik pada matahari paling sedikit. Tapi, meskipun sedikit dan disebut fase minimum, Thomas menegaskan bahwa tidak dampak yang signifikan bagi kehidupan manusia di bumi.

“Satu kali fase minimum matahari biasanya akan terjadi sekitar 2 tahun,” katanya saat dihubungi, pada Selasa 19 Mei 2020.

Dirinya menambahkan bahwa, fenomena itu pun tidak ada berpengaruh pada satelit.

“Pada fase minimum, justru gangguan badai Matahari pada satelit menjadi minim juga.”

Ada fase minimum, berarti ada fase aktivitas matahari yang maksimum. Lembaga Antariksa dan Aeronautika Amerika Serikat (NASA) disebutkan Thomas sudah melaporkan pada 2014 hitungan bintik Matahari relatif tinggi, dan saat ini meluncur ke titik terendah antara 2019-2020.

“Aktivitas matahari diketahui dari jumlah bintiknya. Pada 2020 ini memasuki fase minimum, jumlah bintiknya sangat sedikit,” kata Thomas.

Yang dimaksudkan dengan bintik matahari adalah bintik gelap yang menandai permukaan pada matahari. Bintik ini disebabkan oleh medan magnet yang menghambat transfer energi pada permukaan matahari melalui proses konveksi, dimana fluida panas naik dan fluida dingin mengalir.

Matahari mencapai fase maknimum ketika sebagian besar bintik Matahari dapat dilihat pada permukaannya. Siklus matahari ini terakhir, siklum 24, mencapai maksimum pada April 2014 dengan rata-rata puncak 82 bintik.

“Bahkan dengan fase minimum matahari, medan magnet Matahari sebenarnya tidak nol, itu hanya mengubah konfigurasi,” kata Alexander Shapiro, ilmuwan di Institut Max Planck.

Shapiro menjelaskan bahwa matahari tidak mengalami periode aktivitas yang luar biasa rendah. Maka sebagai gantinya, ia melanjutkan aktivitas rutinnya.

Selama 50 tahun terakhir in, dengan empat siklus, matahari disebutkannya telah menjadi luar biasa aktif. Karena itu, jika menempatkan siklus matahari saat ini dalam perspektif 1.000 tahun terakhir dari sejarah matahari, maka tidak akan ada indikasi bahwa itu tidak biasa.

Dan siklus matahari saat ini baru saja dimulai.

“Meskipun mungkin memiliki sedikit awal yang lambat, para ahli memperkirakan bahwa siklus matahari akan kembali mencapai maksimum pada 2023 hingga 2026,” bunyi keterangan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika (NOAA).

https://www.sahmitra.com/ditinggal-sang-ibu-yang-ketakutan-dua-bayi-beruang-mati-beku/

Ditinggal Sang Ibu yang Ketakutan, Dua Bayi Beruang Mati Beku

Dua anak beruang mati beku setelah ibu mereka diserang oleh seorang pemabuk dengan gergaji dan membuatnya meninggalkan sarang.

Anak-anak beruang yang mati kedingin ditemukan oleh seorang pemburu ahli yang sedang berpatroli di hutan wilayah Anuchinsky, bagian Timur Jauh Rusia. Mereka ditinggalkan oleh sang ibu yang ketakutan oleh sekelompok penebang kayu.

Polisi yang sudah menemukan identitas dari pemburu ini, namun masih enggan membeberkan namanya. Meskipun begitu masih belum jelas terlihat berapa orang dari penebang kayu yang menganggap ibu beruang yang dapat dimintai pertanggung jawaban.

“Para penebang kayu itu sedang mabuk setelah menebang kayu dan pergi berjalan kaki memasuki hutan,” ungkap sebuah sumber kepada Vlad News, sebuah media lokal Vladivostok, Rusia.

“Mereka mendatangi sebuah sarang beruang dan membangunkan ibu beruang. Awalnya mereka tidak berhasil tapi akhirnya ibu beruang bangun dan melawan mereka. Para penebang kayu itu mengeluarkan gergaji dan melukai ibu beruang pada beberapa bagian tubuhnya.” Dilansir dari The Siberian Times, Dmitry Pankratov dari departemen kontrol Satwa Liar regional.

“Kami mengonfirmasi bahwa dua anak beruang telah ditelantarkan ibu mereka yang ketakutan dan lari tunggang langgang. Sang ibu masih hidup tapi dia tidak berani kembali ke sarangnya.”

Trump Sebut WHO 'Boneka China'Trump Sebut WHO 'Boneka China'Trump Sebut WHO 'Boneka China'Trump Sebut WHO 'Boneka China'Trump Sebut WHO 'Boneka China'

Trump Sebut WHO ‘Boneka China’

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ditengah pandemi Virus Corona (Covid-19). Trump memberikan WHO nama “Boneka China”.

Trump juga mengonfirmasikan dirinya itu sedang mempertimbangkan untuk memangkas atau membatalkan dukungan Amerika Serikat untuk WHO, yang merupakan badan kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Mereka adalah boneka China, mereka China-sentris untuk membuatnya terlihat lebih baik,” ujar Trump dalam pernyataan di Gedung Putih.

Trump menyebutkan memberikan pendanaan sebesar US$ 450 juta atau sama dengan (Rp 6,6 triliun) setiap tahunnya kepada WHO. Jumlah itu tercatat sebagai kontribusi terbesar dibandingkan dengan negara manapun. Trump menyatakan bahwa semua rencana yang disusun untuk memangkas besaran pendanaan untuk WHO itu karena ‘kita tidak diperlakukan dengan benar’.

“Mereka memberikan kita banyak saran yang buruk,” ucap Trump merujuk pada WHO.

Pernyataan ini disampaikan oleh Trump saat WHO menggelar sidang majelis tahunan pertama sejak pandemi Virus Corona yang merajarela. Virus Corona yang pertama kali muncul di China dan kini menyebar ke berbagai negara, telah memicu gangguan ekonomi besar-besaran dan menewaskan 316.000 ribu orang secara globalnya, dengan sepertiganya tewas di Amerika Serikat.

Trump menyatakan bahwa China hanya memberikan pendanaan sebesar US$ 40juta atau sama dengan (Rp 593 miliar) setiap tahun dan ada satu gagasan yang sedang dipertimbangkan, yakni agar pendanaan dari AS diturunkan.

“450 kita turun ke 40,” cetus Trump.

“Tapi beberapa orang menganggap itu terlalu banyak,” imbuhnya.

Dubai Buka Bioskop Drive-In Selama Pandemi, Indonesia akan Menyusul

Dubai Buka Bioskop Drive-In Selama Pandemi, Indonesia akan Menyusul

Belakangan ini bioskop drive-in santer diperbincangkan sebagai solusi bagi mereka yang ingin menonton film di tengah pandemi Virus Corona.

Dubai merupakan salah satu kota yang telah menjajal cara menonton bioskop melalui mobil ini. Belum lama, unggahan warga net soal bioskop drive-in di Dubai ini banyak menarik perhatian publik.

Akun instagram @ussfeeds membagikan kembali postingan TikTok dengan nama akun @irenesteelestyle.

Pada video tersebut, menunjukkan bagaimana suasana bioskop drive-in yang sudah digelar di Dubai.

Dengan cara memanfaatkan lahan parkir mall, sebuah layar putih disematkan disalah satu sudut gedung. Dihadapannya, terdapat puluhan mobil terparkir rapi dan sudah ditata dengan rapi agar tak menghalangi pandangan satu sama lain.

Layaknya bioskop sungguhan, saat mobil akan memasuki tempat menonton, para calon penonton akan disapa oleh petugas akan memberikan pengarahan soal tempat parkir sampai memberikan bingkisan.

Bioskop Drive-In di Dubai. (instagram.com/ussfeeds)

Berdasarkan, caption yang diunggahan @ussfeeds ini, disebutkan akan ada bioskop drive-in yang digelar di Indonesia.

“Sekilas tentang bioskop drive-in yang baru saja dibuka di Dubai. Siapa yang tidak sabar ini ada di Jakarta? Klik link di bio untuk mencari tahu bioskop drive-in di Jakarta @driveincinemajkt,” tulis Uss Feeds.

Mengacu pada akun yang disebutkan Uss Feeds, Jakarta Drive-In Cinema (@driveincinemajkt) sebentar lagi akan membawa pengalaman berbeda menonton bioskop di Jakarta selama pandemi Virus Corona ini.

Bioskop Drive-In di Jakarta. (instagram.com/driveincinemajkt)

Namun, bioskop drive-in di Jakarta ini masih dalam proses pengerjaan. Belum ada tanggal kepastian kapan bioskop ini akan dihadir.

Mengetahui unggahan soal bioskop drive-in, publik langsung memberikan respon yang beragam di kolom komentar.

“Kalo Jakarta mungkin malah kayak pasar malem ya,” tulis akun @anjalinayenggita

“Bukan jadi malah ngeri min? Ini bener-bener the new normal. Hiks. Aku rindu nnton bioskop biasa,” ujar akun @vikaano

Dubes Tiongkok Meninggal, Polisi Israel Lakukan Investigasi

Dubes Tiongkok Meninggal, Polisi Israel Lakukan Investigasi

Duta Besar Tiongkok untuk Israel Du Wei (58) ditemukan dalam kondisi yang tak bernyawa di rumahnya di Herzliya, Tel Aviv, pada Minggu (17/05/2020). Kini kepolisian Israel sedang menyelidiki penyebab kematian Du Wei.

Media-media di Israel mengabarkan bahwa Wei yang ditemukan meninggal dunia didalam kamarnya oleh asisten Wei. Bapak satu anak ini diduga telah meninggal dunia semalam.

Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Israel Dai Yuming juga telah mengonfirmasi mengenai kabar kematian Wei. Namun, Yuming tak menjelaskan apa yang menyebabkan Du Wei meninggal dunia.

Sementara Radio Angkatan Darat Israel mengabarkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada Du Wei, sehingga para penyelidik meyakini kematiannya diakibatkan oleh serangan jantung. Kementerian Luar Negeri Israel telah menyampaian penjelasan soal kematian itu.

Direktur Jenderal Kementrian Luar Negeri Israel Yuval Rotem sudah berbicara dengan Yuming. Rotem Juga menyampaikan beelasungkawa atas kematiannya itu.

Sedih! Bayi Baru Lahir di Rusia Positif Corona

Sedih! Bayi Baru Lahir di Rusia Positif Corona

Seorang bayi yang baru lahir di Rusia ii dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona alias COVID-19. Bayi itu tertular Virus Corona dari ibunya yang juga terinfeksi positif Corona.

Bayi itu dilahirkan di kota Beslan, Ossetia Utara di wilayah Kaukasus.

“Seorang perempuan hamil terinfeksi virus Corona, dan bayinya dilahirkan terinfeksi Corona,” ujar juru bicara Kementerian Kesehatan wilayah setempat seperti dikutip kantor berita TASS dan dilansir AFP, Senin (18/5/2020).

“Mereka kini ada di rumah, kondisi mereka memuaskan,” imbuh juru bicara tersebut.

Sebelumnya, di pertengahan bulan April di Peru, seorang bayi yang baru lahir juga dinyatakan positif Virus Corona.

Kepala unit persalinan rumah sakit di Beslan, Hassan Tagaiec mengatakan kepada televisi lokal, bahwa 17 dari 35 perempuan yang akan melahirkan dirumah sakit tersebut, hasil tesnya menunjukkan positif Virus Corona.

Rusia saat ini sudah melaporkan lebih dari 280.000 kasus terinfeksi Virus Corona. Dengan angka ini, Rusia menjadi negara dengan jumlah infeksi terbanyak kedua di dunia setelah Amerika serikat.

Sudah sejauh ini, Rusia telah mencatat 2.631 kematian terkait Virus Corona. Namun, angka resmi pemerintah tersebut diragukan oleh sejumlah pihak yang meyakini angka yang sebenarnya adalah lebih besar dari itu.

Obama Kembali Kritik Penanganan Virus Corona di Amerika

Obama Kembali Kritik Penanganan Virus Corona di Amerika

Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) kembali mengkritik langkah pemerintah AS dalam mengatasi pandemi Virus Corona.

Obama yang menilai pandemi itu memperlihatkan banyak orang lepas tangan dari masalah tersebut.

Kritik itu yang disampaikan oleh Obama dalam bentuk pidato pembukaan kelulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi yang disiarkan melalui sejumlah media sosial seperti YT, FB serta Twitter pada Sabtu (16/05) waktu setempat.

“Pandemi ini akhirnya mematahkan pandangan orang bahwa pihak bertanggung jawab mengetahui hal yang harus dilakukan. Bahkan, banyak dari mereka tidak pura-pura bertanggung jawab,” kata Obama.

Obama menyampaikan kritik itu kepada Pemerintah Amerika Serikat secara umum, dengan tidak ada menyebutkan langsung Presiden Donald Trump atau pejabat federal serta negara bagian lain.

Pada kesempatan yang sama pula, Obama meminta kepada seluruh siswa menengah untuk menggantikan para pemimpin itu yang dianggapnya telah gagal.

“Melakukan apa yang terasa enak, apa yang nyaman, apa yang mudah, itulah yang anak-anak kecil pikirkan. Sayangnya, banyak yang disebut orang dewasa, termasuk beberapa dengan jabatan mewah dan pekerjaan penting, masih berpikir seperti itu, itulah sebabnya banyak hal sangat kacau,” ucap Obama.

“Saya berharap bahwa sebagai gantinya, Anda memutuskan membekali diri pada nilai-nilai yang terakhir, seperti kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, keadilan, kemurahan hati, rasa hormat terhadap orang lain,” tutur Obama menambahkan.

Kritik itu merupakan yang kedua yang dilancarkan Obama sejak pekan lalu. Pada Jumat (08/05/2020), Obama juga mengkritik penanganan Trump sebagai bencana kekecauan yang mutlak.

Ia juga menyatakan bahwa wabah penyakit seperti Virus Corona akan semakin menonjolkan ketidaksetaraan yang dialami oleh masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat.

“Kami melihat hal yang tidak proporsional akibat Covid-19 dalam komunitas kami. Sama seperti ketika seorang pria berkulit hitam yang sedang berlari dan beberapa orang melihat itu langsung berhenti, menanyakan kondisinya bahkan menembaknya,” kata Obama tanpa blak-blakan menyebutkan kasus Ahmaud Arbery.

Ahmaud Arbery merupakan warga keturunan Afrika-Amerika yang pada awal 23 Februari 2020 ditembak dua orang di kawasan pemukiman kota pantai Brunswick ketika sedang joging karena dianggap sebagai tersangka perampokan rumah.

Sebelumnya, Donal Trump pernah melontarkan sejumlah pernyataan untuk menghadapi Virus Corona, dimulai dari penggunaan masker, sindiran mengenai menyuntikkan disinfektan sampai keinginan membuka lockdown.