Domba “Gondrong” Berhasil Diselamatkan, Berat Bulunya 35 Kg Setelah Dicukur

Domba “Gondrong” Berhasil Diselamatkan, Berat Bulunya 35 Kg Setelah Dicukur

Sahmitra — Seekor domba berhasil diselamatkan oleh tim penyelawat hewan Edgar’s Mission Farm Sanctuary di sebuah hutan di Australia. Domba tersebut lantas dinamai Baarack sebagaimana dilansir dari laman Reuters, Kamis (24/2/2021).

Penampilan Baarack tak lazimnya domba pada umumnya. Hewan ternak tersebut memiliki bulu yang sangat tebal dan menandakan tidak dicukur dalam waktu yang lama.

Setelah dicukur, berat bulu Baarack mencapai lebih dari 35 kilogram, hampir separuh dari berat kanguru dewasa.

Domba itu mulanya ditemukan oleh seorang warga yang kemudian menghubungi Edgar’s Mission Farm Sanctuary dekat Lancefield, Victoria, Australia.

Anggota Edgar’s Mission Farm Sanctuary, Kyle Behrend, mengatakan, kemungkinan Baarack awalnya merupakan domba peliharaan seseorang.

“Dia (Baarack) pernah diberi tanda di telinganya. Namun, tanda itu tampaknya telah robek oleh bulu tebal di sekitar wajahnya,” ujar Behrend.

Behrend menambahkan, biasanya seekor domba dicukur paling tidak setiap setahun sekali.

“Domba perlu dicukur minimal setahun sekali. Kalau tidak, bulunya terus tumbuh dan berkembang, seperti yang terjadi ini,” tutur Behrend.

Setelah Baarack diselamatkan, tim penyelamat mencukur bulu Baarack.

Setelah ditimbang, berat bulu Barack yang berhasil dicukur mencapai 35,4 kilogram. Kendati Baarack ditemukan dalam keadaan “gondrong”, kuku Baarack dalam keadaan yang bagus dan cukup rapi.

Namun, meski kukunya cukup rapi, kondisi Baarack sebenarnya cukup memprihatinkan.

“Dia berada dalam kondisi yang buruk. Dia kurus, dan karena semua wol di sekitar wajahnya, dia hampir tidak bisa melihat,” kata Behrend.

Behrend mengatakan, kini Baarack dikandangkan bersama domba lain yang diselamatkan oleh Edgar’s Mission Farm Sanctuary.

Dia menambahkan, melihat Baarack yang masih hidup, menandakan bahwa domba sebenarnya adalah hewan yang tangguh.

Melbourne Keluarkan Peringatan Darurat Kesehatan Infeksi Kulit Pemakan Daging

Melbourne Keluarkan Peringatan Darurat Kesehatan Infeksi Kulit Pemakan Daging

Sahmitra — Peringatan darurat kesehatan telah dikeluarkan setelah infeksi kulit yang bisa menggerogoti daging manusia ditemukan di Melbourne utara untuk pertama kalinya.

“Beberapa kasus ulkus buruli telah terjadi di daerah Essendon, Moonee Ponds dan Brunswick West di bagian dalam Melbourne,” kata Kepala Petugas Kesehatan Victoria, Profesor, pada Selasa (23/2/2021).

Daily Mail melaporkan risiko tertular ulkus buruli di daerah-daerah itu dianggap rendah. Namun, wilayah non-pesisir tersebut kini menjadi yang pertama diakui sebagai wilayah berpotensi berisiko di Victoria.

Semua kasus yang teridentifikasi telah menyebar ke daerah risiko ulkus Buruli yang diketahui sebelumnya. Termasuk diantaranya Semenanjung Mornington Melbourne, Semenanjung Bellarine, pinggiran tenggara teluk dan East Gippsland.

Tetapi Profesor Sutton mengatakan analisis genetik bakteri dari setiap orang di wilayah itu menunjukkan sumber umum infeksi berasal dari daerah tersebut.

“Sumber potensial Mycobacterium ulcerans di bagian utara Melbourne belum diketahui, meskipun bakterinya diisolasi dari kotoran kuskus lokal,” katanya.

Penyakit ini tidak menular dari orang ke orang dan tidak ada bukti penularan dari kuskus langsung ke manusia. Ulkus biasanya ditemukan di Afrika bagian barat atau tengah dan biasanya berhubungan dengan genangan air.

Ini dapat berdampak buruk pada penderitanya, termasuk kecacatan dan kelainan bentuk jangka panjang.

Bukti semakin mengaitkan nyamuk sebagai media perantara penularan penyakit ini. Sementara deteksi infeksi perlu waktu mulai dari empat minggu hingga sembilan bulan setelah terpapar.

Tepatnya setelah seseorang yang terinfeksi menunjukkan gejala, yang mungkin dimulai sebagai area bengkak kemerahan. Kasus ulkus Buruli harus diberitahukan ke Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Victoria dalam waktu lima hari setelah diagnosis.

Informasi menunjukkan ulkus Buruli di Victoria paling banyak menyebar pada orang berusia 60 tahun ke atas, tetapi pada umumnya orang dari segala usia dapat terinfeksi.

Apa itu ulkus buruli?

Ulkus buruli adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium ulcerans.

Awalnya infeksi dapat disalah artikan sebagai gigitan serangga, karena muncul sebagai bintil tanpa rasa sakit yang berkembang perlahan. Luka pada kulit (lesi) dapat muncul di mana saja.

Tetapi paling sering terjadi pada area anggota tubuh yang terbuka Dalam satu atau dua bulan lesi bisa menjadi borok, membentuk luka nanah (ulkus) khas yang merusak permukaan kulit. Gejala yang timbul juga dapat berupa bintil yang nyeri.

Pada kasus yang melibatkan edema (pembengkakan jaringan) dan selulit dapat muncul dengan nyeri hebat dan demam. Seiring waktu lesi dapat berkembang menjadi ulkus kulit yang merusak yang dikenal sebagai ulkus Buruli atau ulkus Bairnsdale.

Minyak Tumpah di Laut, Penyu-penyu di Israel Diselamatkan Menggunakan Mayones

Minyak Tumpah di Laut, Penyu-penyu di Israel Diselamatkan Menggunakan Mayones

Sahmitra — Para pegawai di National Sea Turtle Rescue Center Israel menemukan bahwa mayones mampu menyelamatkan penyu dari minyak dan ter hitam yang tumpah di laut dan meracuni mereka.

Tumpahan tersebut dianggap oleh Otoritas Taman dan Alam Israel sebagai salah satu bencana ekologi terburuk yang pernah tercatat dengan minyak dan ter hitam menutup sebagian besar garis pantai Mediterania Israel sepanjang 195 kilometer.

Tumpahan itu jelas mengganggu dan menyebabkan kerusakan parah pada satwa liar dan ekosistem, termasuk pada penyu.

Guy Ivgy, asisten medis di Sea Turtle Rescue Center di Michmoret, utera Tel Aviv, mengatakan 11 penyu sedang dirawat. Pusat ini dijalankan oleh Otoritas Taman dan Alam Israel.

“Mereka mendatangi kami dengan tubuh penuh ter. Semua trakea mereka dari dalam dan luar penuh dengan ter,” kata Ivgy dikutip Associated Press (AP).

Para pegawai pusat penyelamatan penyu itu telah mengeluarkan zat beracun dari saluran udara penyu-penyu itu dan menemukan cara kreatif untuk mengeluarkannya dari jalur pencernaan mereka.

“Kami terus memberi mereka zat-zat seperti mayones, yang secara praktis membersihkan sistem dan mampu memecah ter,” kata Ivgy.

Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu satu atau dua minggu, setelah itu penyu diharapkan dapat dilepas liarkan kembali.

Ribuan sukarelawan dan kru pembersih telah dikerahkan untuk membersihkan ter dari pantai Israel, tugas yang diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan. Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel mengatakan sedang menyelidiki penyebab tumpahan minyak.

Insiden itu diyakini terjadi pada awal Februari, dan Israel mengatakan tidak menerima peringatan akan terdamparnya sekitar 1.000 ton ter di pantai. Ter tersebut juga telah menyapu sampai ke utara, Lebanon.

Pada Senin, pengadilan Israel melarang publikasi semua rincian penyelidikan, termasuk nama kapal yang diduga telah menumpahkan minyak, rute dan pelabuhan panggilannya. Asosiasi jurnalis Israel mengajukan petisi ke pengadilan pada Selasa agar perintah tersebut dicabut.

Seorang Dokter di Australia Salah Berikan Dosis Vaksin Covid-19 kepada 2 Warga Lansia

Seorang Dokter di Australia Salah Berikan Dosis Vaksin Covid-19 kepada 2 Warga Lansia

Sahmitra — Seorang dokter memberikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer kepada dua warga lanjut usia ( lansia) di panti jompo di negara bagian Queensland dengan dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan.

Dokter tersebut sudah dilaporkan ke otoritas pengaturan medis federal karena kesalahannya. Seorang pria berusia 88 tahun dan seorang wanita 94 tahun menerima dosis vaksin Covid-19 yang salah pada Selasa (23/2/2021).

Ketika ditanya berapa banyak dosis yang diberikan, Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menjawab empat kali lipat dari dosis yang dianjurkan, tapi jumlah pasti dosisnya masih diselidiki.

“Itu belum dikonfirmasi, karena sebenarnya sangat sulit untuk mengetahui apa yang ada di jarum, tetapi tidak mungkin lebih dari (empat kali),” kata Hunt.

Hunt menambahkan, kondisi kedua lansia itu masih dipantau. Keduanya tinggal di pusat perawatan lansia di Holy Spirit, kawasan Carseldine, atau dikenal sebagai Layanan Perawatan St Vincent di sebelah utara Brisbane.

Hingga saat ini keduanya tidak menunjukkan tanda-tanda reaksi terhadap kelebihan dosis. Dokter yang memberikan dosis telah dihentikan dari program vaksinasi yang dimulai di Australi sejak Senin (22/2/2021).

“Terkait dengan individu dokter, kami akan menyerahkannya pada penyelidikan apakah mereka tidak mengerti atau tidak menyelesaikan pelatihan yang sudah diberikan,”  tutur Hunt.

“Tapi ini adalah pelanggaran serius dalam hal mengikuti protokol,” imbuh Hunt.

“Saran kami adalah kedua dosis diberikan secara berturut-turut dan sebagai konsekuensinya, perawat segera turun tangan. Ini adalah praktisi individu yang jelas-jelas melakukan kesalahan,” ujar Hunt.

Kepala Petugas Medis di Australia Paul Kelly mengatakan mereka mungkin perlu meninjau modul pelatihan ke depan. Tetapi dalam uji klinis awal vaksin Pfizer dan BioNTech, eksperimen dilakukan dengan dosis berbeda, termasuk empat kali lebih tinggi dari yang diresepkan.

St Vincent Lincoln Hopper berujar, dokter yang salah memberikan dosis akan dilaporkan ke Badan Regulasi Praktisi Kesehatan Australia.

“Insiden ini membuat tidak tenang bagi kami, warga, dan keluarga mereka,” kata Hopper dalam sebuah pernyataan.

“Sangat memprihatinkan. Itu menyebabkan kami mempertanyakan apakah dokter-dokter yang diberi tugas memberikan vaksin telah menerima pelatihan yang sesuai,” tambah Hopper.

Tanggapan dari Pemerintah Queensland Menteri Utama Queensland, Premier Annastacia Palaszczuk mengatakan Pemerintah Federal Australia harus menjelaskan bagaimana pemberian dosis yang salah bisa terjadi.

Di hadapan parlemen, dia mengatakan jika dirinya baru diberi tahu tentang insiden itu tadi malam.

“Menteri Kesehatan sendiri yang menelepon saya sampai larut malam dan kami bertemu lagi pagi ini pukul 07.00 (waktu setempat),” kata Palaszczuk.

“Menemukan rincian dari kesalahan ini tidaklah cukup,” sambung Palaszczuk.

Palaszczuk mengatakan, dia akan menulis kepada Perdana Menteri Australia, memintanya untuk mengadakan pertemuan Kabinet Nasional secepat mungkin.

“Saya ingin tahu pelatihan apa yang diberikan kepada orang-orang yang pemerintah pekerjakan untuk mengelola vaksin di fasilitas perawatan lansia kami,” katanya.

“Saya ingin mengetahui tentang strategi komunikasi untuk fase vaksinasi berikutnya,” sambung Palaszczuk.

Bayi 2 Tahun Direndam Air Panas karena Kotori Popok, Meninggal 5 Hari Kemudian

Bayi 2 Tahun Direndam Air Panas karena Kotori Popok, Meninggal 5 Hari Kemudian

Sahmitra — Seorang bayi berusia 2 tahun, Maddilyn-Rose Ava Stokes tewas setelah direndam air panas oleh kedua orang tuanya. Bayi perempuan itu direndam air panas sebagai hukuman karena mengotori popoknya sebagaimana dilansir dari Daily Star, Selasa (23/2/2021).

Korban menderita luka bakar parah di punggung, selangkangan, bokong, dan kakinya. Kejadian mengenaskan itu terjadi pada 25 Mei 2017.

Orang tua balita itu, Shane David Stokes dan Nicole Betty Moore, muncul di Pengadilan Tinggi Brisbane, Australia, pada Jumat (19/2/2021). Keduanya mengaku bersalah atas penyiksaan dan pembunuhan terhadap putrinya.

Berbicara kepada pengadilan, Shane mengakui merendam putrinya di dalam air panas di bak mandi pada 20 Mei 2017. Shane membiarkan putirnya menderita rasa sakit yang menyiksa.

Maddilyn ditemukan tidak sadarkan diri oleh paramedis lima hari kemudian di rumah keluarganya di Northgate, Brisbane, Australia. Ketika ditanyai polisi, Shane dan Nicole mengatakan, mereka telah merendam Maddilyn ke dalam air panas beberapa hari lalu.

Pasangan suami istri ( pasutri) itu menolak untuk mencari bantuan medis dan berusaha merawat Maddilyn sendiri setelah merendamnya ke dalam air panas.

Polisi lalu menemukan perban berlumuran darah, bantalan pembersih make-up, dan kertas toilet yang kemungkinan digunakan pasutri itu dalam merawat Maddilyn, lapor ABC News.

Balita dua tahun itu meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit Anak Lady Cilento, Australia. Jaksa penuntut Sarah Farnden mengatakan, balita itu pastilah menderita rasa sakit yang menyiksa pada hari-hari sebelum kematiannya.

“Dia (korban) pasti mengalami dehidrasi, tidak dapat makan dan minum dengan benar, dan mungkin muntah. Dia mungkin mengigau dan tidak sadar sebelum akhirnya mengalami serangan jantung dan berhenti bernapas,” ujar Farnden.

Pada Senin (22/2/2021), Shane dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan Nicole dijatuhi hukuman penjara sembilan setengah tahun atas kematian putri mereka.

Hakim David Jackson mengatakan kepada pasutri itu bahwa mereka gagal menjalankan tugas sebagai orang tua dan melakukan tindakan yang mengerikan.

“Mengerikan untuk membayangkan penderitaan yang dialami putri Anda di tangan Anda sendiri, sesuatu hal yang seharusnya terjadi,” ujar Jackson.

Malaysia Deportasi Ribuan Warga Myanmar, Tak Pedulikan Perintah Pengadilan

Malaysia Deportasi Ribuan Warga Myanmar, Tak Pedulikan Perintah Pengadilan

Sahmitra — Pihak berwenang Malaysia telah mendeportasi 1.086 migran asal Myanmar dan tidak mengindahkan perintah pengadilan untuk menunda pemulangan.

Beberapa jam sebelumnya, Pengadilan Tinggi Malaysia mengabulkan izin tinggal sehari bagi sekitar 1.200 migran asal Myanmar, agar banding dari Amnesty International Malaysia dan Asylum Access Malaysia bisa didengarkan di pengadilan.

Banding itu mengatakan di antara mereka yang dideportasi itu terdapat pengungsi, pencari suaka, dan anak-anak di bawah umur.

Tapi Kepala Departemen Imigrasi Malaysia Khairul Dzaimee Daud dalam pernyataannya mengatakan, migran yang telah kembali ke Myanmar atas kehendak sendiri dengan tiga kapal angkatan laut.

“Semua mereka setuju untuk pulang dengan sukarela tanpa adanya pemaksaan dari siapapun,” kata Khairul.

Dia menambahkan, semua migran itu adalah warga negara Myanmar dan tidak ada satu pun pengungsi Muslim Rohingya atau pencari suaka, seperti yang dikatakan oleh kelompok hak asasi manusia.

Pernyataan itu tidak menyebutkan soal perintah pengadilan dan juga menjelaskan mengapa hanya 1.086 yang pulang, bukan 1.200 orang.

“Berkenaan dengan keputusan pengadilan, pemerintah harus menghormati pengadilan, dan memastikan tidak seorang pun dari 1200 orang tersebut dideportasi hari ini. Mereka menghadapi ancaman atas keselamatan mereka,” kata Direktur Amnesty International Malaysia, Katrina Jorene Maliamauv.

Amnesty mengatakan, pengadilan akan mendengarkan banding mereka pada Rabu (24/2/2021) dan mendesak pemerintah Malaysia mempertimbangkan rencana pemulangan migran menyusul karena unjuk rasa di Myanmar yang masih berlangsung.

Departemen Imigrasi menyatakan, mereka yang dipulangkan pernah terlibat dalam berbagai pelanggaran, termasuk tidak memiliki dokumen perjalanan, masa berlaku visa sudah habis, dan pelanggaran penggunaan visa sosial jangka pendek.

Namun menurut kelompok HAM dalam banding mereka, di antara mereka yang dipulangkan ada tiga orang yang sudah terdaftar dengan Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) dan 17 anak di bawah umur dengan salah seorang orangtua mereka masih di Malaysia.

Dalam pernyataan terpisah, UNHCR mengatakan paling sedikit ada enam orang berada dalam daftar yang akan dideportasi.

Sebuah kelompok yang terdiri dari 27 anggota parlemen dan senator Malaysia juga sudah mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Minggu (21/2/2021) mendesak agar deportasi ditunda.

Belum ada jawaban resmi dari kantor Perdana Menteri Malaysia. Malaysia tidak mengakui adanya status pengungsi atau pencari suaka namun mengizinkan banyak orang tinggal di negeri itu atas alasan kemanusiaan.

Tercatat ada 180.000 pengungsi dan pencari suaka PBB di Malaysia, termasuk sekitar 100.000 warga Rohingya dan warga dari etnik lain asal Myanmar.

Lebih dari 700 ribu warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar sejak Agustus 2017, ketika militer melakukan operasi setelah adanya serangan dari kelompok pemberontak.

Pihak keamanan Myanmar dituduh melakukan pemerkosaan massal, pembunuhan, dan pembakaran ribuan rumah.

Covid-19 di AS Tewaskan 500.000 Orang Lebih, Terparah dalam 100 Tahun

Covid-19 di AS Tewaskan 500.000 Orang Lebih, Terparah dalam 100 Tahun

Sahmitra — Wabah Covid-19 di Amerika Serikat (AS) telah menewaskan lebih dari 500.000 orang sejak pandemi dimulai, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins pada Senin (22/2/2021).

Angka itu adalah jumlah korban meninggal virus corona tertinggi di seluruh dunia. Hingga berita ini diunggah, virus corona di AS sudah merenggut 500.071 nyawa atau lebih dari dua kali lipat Brasil dengan jumlah korban terbanyak kedua.

“Ini mengerikan, tercatat dalam sejarah. Kami belum pernah melihat apa pun yang mendekati ini selama lebih dari 100 tahun, sejak pandemi influenza 1918,” kata Anthony Fauci, kepala penasihat medis untuk Presiden Joe Biden, di program Meet The Press NBC pada Minggu (21/2/2021), dikutip dari AFP.

Kematian pertama pasien corona di AS terjadi pada Februari 2020, dan sekitar tiga bulan kemudian mencapai 100.000 korban meninggal. New York kala itu adalah yang paling terdampak keras.

Kemudian, empat bulan berikutnya tercatat 200.000 pasien meninggal, dan tak sampai tiga bulan setelahnya total 300.000 warga “Negeri Paman Sam” kehilangan nyawa.

Kasus Covid-19 di Amerika Serikat melonjak dratis pada musim dingin tahun ini, saat orang-orang berlibur di dalam ruangan. Total kasus virus corona di Amerika Serikat sampai Senin kemarin adalah lebih dari 28 juta.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, lebih dari 61 juta orang telah disuntik setidaknya satu dosis vaksin di AS, dengan sekitar 18 juta warga yang sudah diberi dua dosis penuh.

Biden mencanangkan prioritas agar 100 juta orang divaksin dalam 100 hari pertama. Dari 100 juta target itu, dia merasa bakal mudah tercapai karena sekarang rata-rata dilakukan 1,7 juta vaksinasi sehari.

Lebih lanjut, Biden berkata, dia tidak bisa memprediksi kapan wabah corona di Amerika Serikat bisa teratasi, tetapi 600 juta dosis vaksin yang cukup untuk sebagian besar rakyat diharapkan tersedia pada akhir Juli.

Pasutri Bulan Madu Kelihatan Telanjang dari Luar, Hotel Bintang 5 Dipolisikan

Pasutri Bulan Madu Kelihatan Telanjang dari Luar, Hotel Bintang 5 Dipolisikan

Sahmitra — Sepasang suami istri yang sedang berbulan madu mengadukan sebuah hotel bintang 5 ke polisi, karena menganggap kaca saunanya tembus pandang bisa dilihat dari luar.

Hotel bintang 5 itu adalah Grand Josun Jeju di resor Jeju, Korea Selatan. Selain bagian dalam sauna, bilik shower juga disebut pasutri itu bisa dilihat dari luar.

Polisi setempat pada Rabu (17/2/2021) mengatakan, mereka menerima pengaduan tanggal 13 Februari. Korea Times mewartakan, hotel yang terletak di Kompleks Wisata Jungmun di Pulau Jeju itu dibuka pada 8 Januari.

Insiden itu menjadi viral usai seorang pria membuat utas online bahwa dia dan istrinya yang menginap untuk bulan madu, mendapati sauna yang berada di lantai dua tidak seprivat yang mereka tahu.

Klaim pasutri itu sempat dibantah oleh pihak hotel yang menyatakan, sudah melapisi jendela dengan kaca film sehingga bisa melihat pemandangan tanpa terlihat dari luar pada siang hari. Pasutri itu juga menuding hotel menurunkan kaca filmya saat malam tiba.

“Saat jalan-jalan di sekitar hotel pada hari terakhir kami menginap, kami menemukan interiornya terlihat dari luar.”

“Kami bahkan bisa melihat tulisan termometer di dalam sauna,” tulis pria yang tak disebut namanya itu.

“Ada sejumlah tamu lain yang menggunakan fasilitas itu termasuk anak-anak,” lanjutnya.

Pihak hotel menjelaskan bahwa stafnya tidak membuka tirai karena kesalahan, tetapi pria itu menyebutnya sebagai alasan mengada-ada. Si suami lalu menuduh hotel berbohong tentang kaca film, karena dia dan istrinya tidak menemukannya di jendela bilik shower dan kamar mandi.

“Saya dan istri sekarang menjalani psikoterapi karena kami sangat terkejut setelah menyadari kami mandi di kamar mandi yang terlihat dari luar.”

Perseteruan memanas setelah hotel turut melaporkan pasutri itu ke polisi dengan alasan mengganggu bisnis, dan pasutri tadi menyebut hotel tidak memberitahu tamu lain tentang kejadian tersebut. Namun setelah ketegangan memuncak, pihak hotel mengakui ada kesalahan saat operasional.

“Selama ini kami menggunakan tirai secara fleksibel sesuai waktu dan cuaca, tetapi (terkait kejadian tadi) kami telah mengubah kebijakan menurunkan tirai kapan pun,” kata seorang direksi di Josun Hotels & Resorts, Selasa (16/2/2021).

Ia menambahkan, penyelidikannya bekerja sama dengan polisi belum menemukan kerusakan apa pun.

Viral Tulisan Mug Sebut Wanita “Barang Murah”, Toko Teh Kekinian China Dihujat Netizen

Viral Tulisan Mug Sebut Wanita “Barang Murah”, Toko Teh Kekinian China Dihujat Netizen

Sahmitra – Jaringan bisnis minuman populer China, meminta maaf karena menggunakan slogan seksis pada barang dagangannya.

Toko Sexy Tea menyebut wanita sebagai “barang murah” di salah satu mugnya. Bahkan disebutkan bahwa pelanggan dapat menjemput wanita, sambil menunggu minuman mereka.

Melansir dari laman BBC pada Senin (22/2/2021), slogan tersebut memicu kemarahan yang meluas secara online di China. Toko teh kekinian tersebut di masa lalu juga menjual kantong teh dengan slogan “Tuan, aku menginginkanmu”, bersama dengan gambar berudu dalam iklannya.

Perusahaan kemudian menyatakan tidak berniat “tidak menghormati wanita”.

Mereka berjanji akan menarik kembali rangkaian mug tersebut, dan mengaku “sangat malu” dengan kreasi terbarunya. Sexy Tea baru-baru ini mengeluarkan serangkaian mug dialek Changsha.

Dialek itu digunakan terutama di Ibu Kota Provinsi Hunan. Waralaba dari perusahaan ini memiliki 270 outlet yang dilaporkan di sana.

Di dalamnya tercetak berbagai frasa lokal di mug, termasuk frasa “jian lou zi,” Dalam bahasa gaul kalimat itu mengacu pada mengambil kesepakatan jual beli untuk mendapatkan harga murah.

Slogan Jian Lou zi di cangkir Sexy Tea.

Dalam promosinya, mereka juga memberikan contoh bagaimana frasa tersebut dapat digunakan. Salah satunya dengan kalimat:

“Ketika saya pergi membeli bubble tea, ada banyak gadis cantik di sana. Jika Anda bertemu dengan yang seperti ini, Anda dapat memberitahu teman Anda : Saya dapatkannya dengan harga murah”.

Gambar mug toko teh populer itu menjadi viral di situs media sosial China, Weibo dan dengan cepat menarik rentetan kritik.

“Ini adalah pemasaran yang vulgar,” kata satu orang di platform tersebut.

“Bukan cuma frasa itu saja yang menghina. Contoh kalimat yang diberikan oleh perusahaan juga,” tambah yang lain.

“Apakah tidak ada orang di tim pemasaran yang melihat ada yang salah dengan ini?” protes netizen.

Perusahaan tersebut kemudian mengeluarkan pernyataan panjang yang meminta maaf atas interpretasi frasa tersebut.

“Kami membuat kalimat yang sangat tidak pantas yang bahkan orang-orang di Changsha tidak menyetujuinya …. kami sangat malu. Kami sama sekali tidak berniat untuk tidak menghormati wanita,” katanya.

“Kami akan segera menarik mug bertema dialek Changsha dan secara serius merenungkan kejadian ini.”

Para pengguna juga menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya Sexy Tea menggunakan frasa yang menjurus ke arah seksual dalam kampanye pemasarannya.

Banyak yang menunjukkan gambar kecebong yang dicetak di beberapa kantong tehnya. Netizen memaknai itu sengaja digunakan untuk menggambarkan sperma.

Seorang Pengemis di India Ditemukan Tewas, Jantungnya Berubah Jadi Batu

Seorang Pengemis di India Ditemukan Tewas, Jantungnya Berubah Jadi Batu

Sahmitra — Seorang tunawisma di India ditemukan tewas di sebuah taman, setelah dilakukan otopsi diketahui jika jantungnya berubah menjadi batu.

Menyadur dari laman The Sun, pada Senin (22/2/2021) kasus misterius itu berawal dari pria yang diyakini berusia sekitar 50 tahun itu ditemukan tewas di sebuah taman di Goa, India.

Tidak ada penyebab kematian yang jelas, sehingga Dr Bharat Sreekumar diminta untuk melakukan otopsi. Ia terkejut melihat jantung pria itu telah mengeras menjadi batu.

“Saya belum pernah menemui kasus medis seperti ini. Setelah mengeluarkan jantung selama otopsi, jantungnya terasa cukup berat dan saat menimbangnya, beratnya jauh lebih berat dari jantung normal,” buka Dr Sreekumar.

“Struktur kasar jantung tidak banyak berubah dan tampak sangat normal. Tapi membedah jantung itu cukup sulit karena tidak hanya memotong.

“Setelah ventrikel dibuka, permukaan endokard lapisan paling dalam ventrikel kiri tampak benar-benar mengeras.” ungkapnya.

Biasanya ketika jantung mengeras, kata Dr Sreekumar, itu terkait dengan kondisi yang disebut fibrosis endomiokard (EMF).

Menurut Organisasi Nasional untuk Gangguan Langka, EMF adalah penyakit progresif yang dapat mengubah susunan jantung, menggantikan jaringan normal dengan jaringan fibrosa yang kuat.

“Kondisi ini merupakan fenomena yang sangat langka dan sangat sedikit kasus yang dilaporkan,” ungkap Dr Sreekumar.

“Dalam kasus yang dilaporkan, hampir selalu dikaitkan dengan entitas lain yang dikenal sebagai fibrosis endomiokard.”

“Dalam kasus saya, setelah pemeriksaan mikroskopis menyeluruh, EMF hadir tetapi tidak sampai disebut sebagai jantung yang sepenuhnya berserat. Tapi diagnosis kalsifikasi endokard sangat cocok karenanya menjadikannya fenomena yang sangat unik.” ujar Dr Sreekumar.

Goa Medical College merilis gambar yang menunjukkan kalsifikasi jantung pria itu di bawah lensa mikroskop. Namun, mereka tidak bisa merilis foto pria itu dan identitasnya masih belum diketahui.

“Dia adalah seorang pengemis yang terlihat berkeliaran di area taman di Goa. Umurnya kira-kira 50 tahun.” jelas Dr Sreekumar.

Dr Sreekumar mengungkapkan jika otopsi dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kematian dan melacak kerabat dari pria tersebut.